Februari 15, 2026
image - 2025-12-11T104734.485

bharindo.co.id Sumatera Barat,- Tim gabungan Polri melaksanakan kegiatan pemulihan psikologis bagi penyintas bencana dan personel tanggap darurat di Posko Bencana Nagari Pasie Laweh serta Korong Tanah Taban. Kegiatan tersebut melibatkan 12 personel yang terdiri dari Tim Trauma Healing Mabes Polri, Tim Polwan Mabes Polri, serta Bagpsi Ro SDM Polda Sumbar.

Dalam pelaksanaannya, tim memberikan pendampingan psikologis kepada 50 anak melalui metode art therapy dan play therapy. Selain itu, sebanyak 50 paket sarana kontak berupa alat tulis dan permainan turut dibagikan untuk membantu mengembalikan stabilitas emosional anak-anak penyintas.

Bagi penyintas dewasa, tim menyelenggarakan sesi konseling dan dukungan psikososial yang diikuti oleh 80 orang guna membantu meredakan stres dan trauma pascabencana. Sementara itu, untuk mendukung kesiapan mental petugas, intervensi psikologis berbasis NLP (Neuro Linguistic Programming) diberikan kepada 28 personel Brimob Resimen 3 Cikeas. Pendataan melalui kuesioner digital juga dilakukan untuk memetakan kondisi psikologis para petugas secara lebih akurat.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Anak-anak tampak lebih ceria, penerima bantuan merasa terbantu, peserta konseling mengaku lebih tenang, dan para personel Brimob menyampaikan bahwa sesi NLP membuat mereka lebih rileks dan fokus dalam menjalankan tugas.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri menegaskan bahwa dukungan psikologis merupakan bagian penting dalam operasi kemanusiaan.

“Pemulihan psikologis merupakan bagian penting dari operasi kemanusiaan. Polri hadir bukan hanya untuk penanganan fisik, tetapi juga memastikan kondisi mental penyintas dan petugas tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil asesmen yang diperoleh akan menjadi dasar dalam penyusunan program dukungan lanjutan.

“Pemetaan kondisi mental petugas menjadi dasar dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran, sehingga anggota di lapangan tetap siap dan kuat dalam menjalankan tugas,” lanjutnya.

Melalui kegiatan trauma healing dan dukungan psikososial ini, Polri menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan mental personel di wilayah terdampak bencana. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *