Jakarta bharindo.co.id – Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Faizal, mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 agar mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat. Persiapan tersebut meliputi kondisi kesehatan pemudik hingga memastikan kendaraan dalam keadaan layak jalan.
Imbauan tersebut disampaikan Brigjen Pol Faizal saat menghadiri diskusi publik bertajuk “Kesiapan Jelang Mudik Lebaran Tahun 2026” yang digelar oleh Tempo di Gedung Tempo Media, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Brigjen Pol Faizal mengingatkan para pemudik, khususnya pengemudi kendaraan pribadi maupun angkutan umum, untuk tidak memaksakan diri selama perjalanan dan melakukan istirahat secara berkala.
“Setiap sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan, pengemudi wajib beristirahat agar kondisi tetap prima dan perjalanan tetap aman,” ujarnya.
Selain menjaga kondisi fisik, pemudik juga diingatkan untuk mampu mengendalikan emosi selama perjalanan, terutama saat mendekati waktu berbuka puasa. Ia juga menyarankan agar pemudik tetap menjaga komunikasi dengan keluarga sehingga kondisi serta posisi perjalanan dapat terus dipantau.
Menurutnya, kepadatan lalu lintas saat arus mudik merupakan hal yang wajar mengingat jutaan masyarakat melakukan perjalanan dalam waktu yang hampir bersamaan. Namun demikian, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.
“Lebih baik perjalanan sedikit lebih lambat tetapi selamat sampai tujuan daripada memaksakan kecepatan yang berisiko menimbulkan masalah,” kata Brigjen Pol Faizal.
Lebih lanjut, Brigjen Pol Faizal menjelaskan bahwa Operasi Ketupat untuk pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran akan dimulai pada 13 Maret pukul 00.00 WIB hingga 25 Maret. Setelah itu, pengamanan dilanjutkan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan hingga 29 Maret.
Dalam pelaksanaannya, Kepolisian Negara Republik Indonesia mengerahkan sekitar 317.666 personel yang ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, disiapkan pula sebanyak 2.756 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Brigjen Pol Faizal menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan arus mudik tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk media.
“Kata kunci pelaksanaan operasi ini adalah koordinasi, kolaborasi, dan kerja sama, termasuk dengan rekan-rekan media,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran perjalanan selama masa mudik Lebaran.
“Petugas hadir untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan agar seluruh pemudik dapat selamat sampai tujuan. Mudik aman, keluarga bahagia,” tutupnya. (dns***)