Februari 26, 2026
image (66)

bharindo.co.id Jakarta,- Polri mengerahkan sebanyak 1.392 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan polsek jajaran untuk melayani sekaligus mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Perda KSPI) Provinsi DKI Jakarta bersama sejumlah elemen massa lainnya.

Aksi penyampaian pendapat di muka umum tersebut berlangsung pada Senin (29/12/2025) di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pengerahan personel dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib.

“Kami menurunkan 1.392 personel gabungan untuk melayani kegiatan penyampaian pendapat di muka umum agar berjalan aman, tertib, dan kondusif. Seluruh personel tidak dibekali senjata api serta mengedepankan pendekatan humanis dan profesional,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran aparat kepolisian di lapangan bertujuan untuk menjamin hak demokrasi masyarakat sekaligus menjaga ketertiban dan keamanan bersama. Namun demikian, pihak kepolisian juga mengimbau agar pelaksanaan aksi dilakukan secara damai dan tidak anarkis.

“Kami menghormati hak saudara-saudara kita dalam menyampaikan pendapat. Kami juga mengimbau agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum, seperti membakar ban bekas, merusak fasilitas umum, maupun melawan petugas,” jelasnya.

Kapolres juga meminta para orator untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak memprovokasi massa lainnya. Menurutnya, penyampaian pendapat secara santun akan menciptakan suasana yang kondusif bagi seluruh pihak.

“Kami mengajak seluruh peserta aksi dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Sampaikan aspirasi dengan damai, karena keamanan dan kenyamanan merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Selain itu, Kombes Pol Susatyo mengimbau masyarakat di sekitar kawasan Monas dan Gambir agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kepolisian juga mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon pengertian masyarakat atas potensi kepadatan yang terjadi serta mengimbau pengguna jalan untuk menggunakan jalur alternatif,” pungkasnya. (hnds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *