POLRI NAIK LEVEL! Laboratorium Sosial Sains di Akpol Siap Ubah Wajah Kepolisian Jadi Lebih Modern & Presisi
SEMARANG, bharindo.co.id — Transformasi besar terus digencarkan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kali ini, Polri membangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di kompleks Akademi Kepolisian, Semarang, sebagai langkah strategis menuju institusi yang modern, adaptif, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Fasilitas ini dirancang menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan bagi personel Polri, khususnya dalam membentuk pola pikir (mindset), budaya kerja (culture set), serta cara bertindak (action set) yang lebih responsif terhadap dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Wakapolri, Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa kehadiran laboratorium ini merupakan jawaban atas perubahan zaman yang dipengaruhi revolusi digital, dinamika geopolitik global, hingga transformasi sosial yang berlangsung sangat cepat.
“Perubahan terjadi dengan kecepatan dan kompleksitas tinggi. Polri harus mampu mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga teruji dalam realitas sosial di lapangan,” ujarnya.
Laboratorium ini menjadi ruang integratif yang menjembatani teori dan praktik melalui pendekatan berbasis data, analisis ilmiah, serta simulasi kondisi nyata. Tujuannya, menghasilkan model pemolisian yang presisi, adaptif, dan berbasis bukti (evidence-based policing).
Tak hanya itu, fasilitas ini juga diharapkan memperkuat pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dengan pendekatan yang lebih humanis dan prediktif.
“Ini bukan sekadar ruang eksperimen, tetapi juga tempat membentuk karakter personel Polri yang unggul dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bagian dari penguatan keilmuan, Polri juga memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, tercatat 47 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai kampus, serta 30 Pusat Studi Kepolisian yang siap operasional.
Ke depan, pusat-pusat studi tersebut akan menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk membahas isu strategis, mulai dari keamanan nasional, transformasi pelayanan publik, hingga perkembangan kejahatan siber dan keamanan berbasis masyarakat.
Kolaborasi antara Polri dan dunia akademik yang kini membentang dari Aceh hingga Papua ini menjadi fondasi kuat dalam membangun kepolisian berbasis riset dan ilmu pengetahuan.
“Transformasi Polri tidak hanya struktural, tetapi juga menyentuh cara berpikir, budaya kerja, dan tindakan yang selaras dengan tuntutan zaman serta harapan masyarakat,” pungkas Wakapolri.

Dengan hadirnya Laboratorium Sosial Sains Kepolisian ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, memperkuat fondasi akademik, serta menghadirkan pelayanan yang profesional demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan. (dns***)
