Januari 13, 2026
image - 2026-01-12T212013.111

bharindo.co.id Jakarta,— Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan membuka kampus kedokteran gratis yang dibiayai negara sebagai langkah strategis untuk mengatasi kekurangan tenaga medis di Indonesia. Kebijakan tersebut juga akan mencakup perguruan tinggi di bidang teknik dan sektor-sektor strategis lainnya.

Prabowo mengatakan Indonesia saat ini masih mengalami kekurangan ratusan ribu tenaga kesehatan, termasuk dokter dan dokter gigi. Menurut dia, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan cara biasa, melainkan membutuhkan langkah nyata dan terukur melalui perluasan akses pendidikan tinggi.

“Kita harus buka sekolah-sekolah, kampus-kampus yang banyak, dan saya akan buktikan kepada seluruh rakyat Indonesia, dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran,” kata Prabowo, Senin (12/1/2026).

Ia menegaskan, kampus-kampus tersebut akan terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa pungutan biaya. Seluruh pembiayaan pendidikan akan ditanggung oleh negara agar tidak ada hambatan ekonomi bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi.

“Kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik dan yang sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kebijakan pendidikan gratis di tingkat perguruan tinggi bertujuan menciptakan kesetaraan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa latar belakang ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih cita-cita.

“Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal. Itu cita-cita saya,” kata Prabowo.

Ia menyebut pendidikan sebagai instrumen paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan. Namun, Prabowo juga mengingatkan bahwa pembangunan sektor pendidikan memerlukan dukungan anggaran yang kuat serta tata kelola keuangan negara yang bersih dan berani.

Menurut dia, Indonesia hanya bisa bangkit jika berani menghadapi persoalan secara terbuka dan tidak menghindari kesulitan. “Kita harus berani melihat keadaan yang sebenarnya, berani menghadapi kesulitan, jangan lari dari kesulitan. Lihat kesulitan dan atasi, baru kita bangkit sebagai bangsa,” ujarnya. (dns***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *