Februari 26, 2026
image (92)

bharindo.co.id Jakarta,- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog saat ini telah mencapai lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia. Jumlah tersebut melampaui rekor cadangan beras nasional pada era Presiden ke-2 RI Soeharto yang berada di angka sekitar 2 juta ton.

“ Saya juga cukup merasa besar hati dan bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia, pernah di pemerintahan Presiden Soeharto,” ujar Presiden Prabowo, Selasa (6/1/2026).

Presiden menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh unsur pemerintah, khususnya jajaran Kabinet Merah Putih di bidang pangan. Ia menegaskan telah menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam waktu empat tahun, bahkan optimistis bisa diraih lebih cepat.

“Pada akhir 2025 saya sampaikan target swasembada pangan dalam empat tahun, dan saya yakin ini bisa kita capai bahkan pada tahun pertama kepemimpinan,” jelasnya.

Presiden Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan syarat mutlak bagi kemerdekaan suatu bangsa. Menurutnya, tidak ada negara yang benar-benar merdeka jika tidak mampu menjamin ketersediaan pangan bagi rakyatnya.

Dalam konteks geopolitik global yang penuh ketidakpastian, Presiden juga menyoroti kondisi negara-negara yang selama ini menjadi sumber impor beras Indonesia, seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

“Kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik dan perang di berbagai belahan dunia, sumber impor beras kita justru berada di kawasan yang tidak stabil,” kata Presiden.

Selain beras, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan secara menyeluruh, mencakup komoditas karbohidrat lain seperti jagung dan singkong, serta sumber protein bagi masyarakat. (hnds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *