Categories: BANDUNG

Program Koperasi Merah Putih di Desa Sumbersari Ciparay Dinilai Lambat

bharindo.co.id BANDUNG,— Program Koperasi Merah Putih di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dinilai berjalan lambat dan belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah desa lain di wilayah yang sama, seperti Desa Pakutandan dan Desa Ciparay, yang program Koperasi Merah Putihnya telah berjalan sesuai prosedur.

Berdasarkan hasil konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa Sumbersari menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan karena koperasi masih berada pada tahap perekrutan anggota. Sementara itu, desa-desa lain telah lebih dahulu menyelesaikan tahapan administrasi dan operasional sehingga aktivitas koperasi sudah berjalan normal.

Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk menghidupkan kembali sistem ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Koperasi ini dirancang untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan menyediakan berbagai layanan, seperti penyediaan sembako dan obat-obatan dengan harga terjangkau, unit simpan pinjam, klinik desa, layanan logistik, serta unit usaha lainnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Dari sisi pendanaan, nilai dana Koperasi Merah Putih di setiap desa bervariasi. Namun secara umum, pemerintah menyediakan plafon awal sekitar Rp3 miliar untuk setiap koperasi. Dana tersebut nantinya dikembalikan secara bertahap melalui mekanisme yang telah ditetapkan, baik dengan memanfaatkan sebagian dana desa maupun sumber pendanaan lain yang sah.

Secara hukum, pembentukan Koperasi Merah Putih mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Program ini juga diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, serta Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang menginisiasi pembentukan sekitar 80.000 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia.

Program nasional tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa berbasis semangat kekeluargaan dan gotong royong, sekaligus menjadi instrumen pemerataan pembangunan. Masyarakat Desa Sumbersari pun berharap proses pembentukan Koperasi Merah Putih dapat segera dipercepat agar manfaat program tersebut dapat dirasakan secara nyata, sebagaimana yang telah berjalan di desa-desa lainnya. (janah***)

adminbharindo

Recent Posts

Bareskrim Polri Tangkap Kurir Narkoba Jaringan Ko Erwin di Jakarta Timur

Jakarta, bharindo.co.id – Upaya pemberantasan jaringan narkotika terus digencarkan. Tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri…

9 jam ago

Pemudik Apresiasi Kinerja Polri, Arus Balik Lebaran 2026 Dinilai Lancar

Jawa Barat, bharindo.co.id – Arus balik Lebaran 1447 Hijriah pada pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dinilai…

9 jam ago

Bareskrim Polri Tuntaskan Kasus Judi Daring, Berkas Lengkap dan Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan

Jakarta, bharindo.co.id – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menuntaskan penyidikan kasus perjudian daring berskala…

9 jam ago

Kapolri Tinjau Arus Balik di Bakauheni, Pastikan Perjalanan Pemudik Aman dan Lancar

Lampung, bharindo.co.id – Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung arus balik Lebaran 1447 Hijriah di…

9 jam ago

Bentrok Pemuda di Maluku Tenggara Berangsur Kondusif, Polisi Imbau Warga Tahan Diri

Maluku, bharindo.co.id – Polda Maluku mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi pascabentrokan…

9 jam ago

Personel Damai Cartenz Berbaur di Pasar Sinak, Bangun Kedekatan dengan Warga Papua

Papua, bharindo.co.id – Aktivitas di Pasar Sinak, Sabtu (28/3/2026) pagi, berlangsung seperti biasa. Mama-mama Papua…

9 jam ago