Maret 31, 2026
hrq00008_111084

BEKASI, bharindo.co.id — Pemerintah resmi mengakhiri rekayasa lalu lintas one way lokal presisi di Tol Trans Jawa pada arus balik Lebaran 2026. Penutupan dilakukan langsung oleh Dudy Purwagandhi didampingi Agus Suryonugroho serta Rivan A. Purwantono, Senin (30/3/2026) dini hari.

Dengan berakhirnya skema tersebut, arus lalu lintas di Tol Trans Jawa kini kembali normal dua arah.

“Pemberlakuan one way lokal presisi pada pukul 24.00 kami nyatakan selesai atau ditutup,” ujar Dudy dalam konferensi pers di Jasa Marga Tollroad Command Center.

Meski kondisi lalu lintas telah kembali normal, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati selama perjalanan dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Ini sudah berlaku normal. Kami imbau masyarakat tetap berhati-hati di jalan,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri menyampaikan bahwa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini secara umum berlangsung lancar meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan.

“Arus mudik berlangsung dengan baik, meskipun ada peningkatan tinggi, tetap bisa kita kelola dengan baik,” ungkapnya.

Sebelum penutupan rekayasa lalu lintas, pihak kepolisian telah melakukan sosialisasi serta sterilisasi jalur guna memastikan transisi berjalan aman dan tertib.

Berbagai skema rekayasa sebelumnya diterapkan untuk mengurai kepadatan, di antaranya contraflow di ruas KM 70 hingga KM 55 Tol Cikampek, serta one way tahap pertama dan kedua dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama).

Hasilnya, angka kecelakaan dan fatalitas selama arus balik menunjukkan tren positif. Kakorlantas mengungkapkan, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun hingga 30 persen.

“Dari sisi Kamseltibcarlantas, alhamdulillah jumlah fatalitas korban meninggal dunia turun 30 persen,” jelasnya.

Selain itu, jumlah kejadian kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat yang dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) juga menurun sebesar 7 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Keberhasilan ini disebut sebagai hasil kolaborasi solid antara Polri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Ini bagian dari kerja sama kita semua, sesuai tagline ‘Mudik Aman, Balik Aman, Keluarga Bahagia’,” tutup Kakorlantas.

Dengan berakhirnya rekayasa lalu lintas dan kondisi jalan yang kembali normal, diharapkan masyarakat dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan nyaman hingga tiba di tujuan. (azs***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *