bharindo.co.id Jakarta,— Pemerintah Indonesia dan Inggris memperkuat kemitraan strategis di sektor riset dan pendidikan tinggi. Langkah ini ditegaskan dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan UK International Education Champion Sir Steve Smith, bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Mendiktisaintek menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen memperluas kerja sama dengan Inggris, terutama dalam bidang riset, hilirisasi hasil penelitian, serta pengembangan pendidikan transnasional (Transnational Education/TNE). “Pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kerja sama, khususnya pada riset dan pendidikan transnasional,” ujarnya.
Brian berharap jumlah joint research antara perguruan tinggi Indonesia dan Inggris dapat terus bertambah. Ia juga mendorong perluasan skema double degree dan joint degree, termasuk format kolaborasi 3+1 tahun untuk program sarjana dan 3+1+1 tahun untuk magister. Inggris, menurutnya, tetap menjadi salah satu negara tujuan utama pelajar Indonesia, baik melalui beasiswa maupun pembiayaan mandiri.
Ia menekankan pentingnya kehadiran dua perguruan tinggi Inggris yang telah membuka kampus cabang di Indonesia, yakni Lancaster–Deakin University di Bandung, Jawa Barat, serta King’s College London di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singasari, Jawa Timur. Kedua institusi tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan transnasional yang diharapkan dapat bersinergi dengan perguruan tinggi nasional, terutama dalam menciptakan iklim riset yang lebih kuat.
“Perguruan tinggi luar negeri yang membuka kampus cabang di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan ekosistem riset dalam negeri,” tegas Brian.
Sementara itu, Sir Steve Smith menyambut baik komitmen Indonesia dalam memperluas kerja sama pendidikan tinggi. Ia memastikan bahwa perguruan tinggi Inggris yang beroperasi di Indonesia menerapkan standar kualitas yang sama dengan kampus pusat di Inggris. “Jika Indonesia ingin meningkatkan kualitas riset setara kampus top dunia, TNE adalah salah satu pendekatan yang efektif,” ujarnya.
Smith juga menyoroti manfaat ekonomi bagi mahasiswa Indonesia, dengan menyebut bahwa biaya kuliah di kampus cabang perguruan tinggi Inggris di Indonesia tiga kali lebih rendah dibandingkan studi langsung di Inggris. “Ini membuka akses pendidikan berkualitas internasional bagi lebih banyak mahasiswa,” katanya.
Kerja sama yang diperkuat antara kedua negara ini diharapkan dapat mendorong ekosistem riset dan pendidikan tinggi Indonesia menuju standar global. (***)
