MAJALENGKA, bharindo.co.id – Anggaran Rp7.352.119.890 digelontorkan Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang (PUTR) untuk membangun Jembatan Leuweung Gede, Kecamatan Jatiwangi. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi akses strategis yang menghubungkan wilayah Jatiwangi dan Palasah sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pembangunan jembatan yang bersumber dari APBD Kabupaten Majalengka Tahun Anggaran 2026 itu kini tengah berjalan. Kehadiran proyek tersebut menjadi perhatian masyarakat karena jembatan dinilai memiliki posisi penting dalam memperlancar mobilitas warga maupun aktivitas perekonomian antarkawasan.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Majalengka Drs. Agus Permana, M.P., melalui Kabid Bina Marga Iid Junaedi Rahman, S.T., M.Si., mengatakan pembangunan jembatan diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memenuhi kebutuhan akses masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.
“Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kelancaran aktivitas dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujar Iid.
Dengan nilai pekerjaan mencapai lebih dari Rp7,3 miliar, pembangunan Jembatan Leuweung Gede tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik semata.
Jembatan tersebut diharapkan mampu menjadi jalur penghubung yang lebih efektif bagi masyarakat dari dua wilayah kecamatan. Akses yang semakin mudah juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, distribusi barang maupun berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk ikut menjaga dan memanfaatkan infrastruktur tersebut secara baik setelah selesai dibangun.
“Pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong peran serta masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun agar tetap berfungsi secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, pelaksana proyek dari CV Amru menyampaikan bahwa pengerjaan jembatan telah berlangsung sekitar satu setengah bulan.
Hingga Jumat (18/9/2026), progres pekerjaan disebut telah mencapai sekitar 25 persen.
Jembatan tersebut akan menggunakan konstruksi plate girder bridge dengan panjang bentangan mencapai 40 meter dan lebar 6 meter.
Pelaksana berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga jembatan dapat diselesaikan tepat waktu berdasarkan kontrak.
“Semoga proyek ini berjalan lancar dan bisa selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak yang telah disepakati, yaitu 150 hari kalender atau hingga 12 Desember 2026,” ungkapnya.
Pembangunan jembatan mendapat sambutan positif dari sejumlah warga setempat. Mereka berharap keberadaan akses baru tersebut dapat memberikan perubahan terhadap mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi.
Salah seorang warga, Deden, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka yang telah merealisasikan pembangunan jembatan penghubung dua wilayah tersebut.
Menurutnya, pembangunan jembatan menjadi harapan masyarakat yang selama ini menantikan akses penghubung yang lebih efektif.
Selain memperlancar mobilitas, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat menjadi jalur alternatif untuk memperpendek jarak tempuh antara dua wilayah, sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih efisien.
Kini, perhatian masyarakat tertuju pada bagaimana pembangunan senilai Rp7,3 miliar tersebut dapat diselesaikan sesuai target, memenuhi spesifikasi yang direncanakan, serta benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Jatiwangi, Palasah dan wilayah sekitarnya. (Yt’s/Tim***)