Februari 26, 2026
image (90)

bharindo.co.id LABUAN BAJO,— Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Putri Sakinah di perairan Pantai Pede, Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (6/1/2026).

Jenazah tersebut ditemukan di koordinat -8°38,87163’ 119°28,62259’, tepatnya di kawasan perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo (TNK). Saat ini, jenazah masih menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Komodo Labuan Bajo.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H membenarkan penemuan tersebut.

“Benar, hari ini telah ditemukan satu jenazah yang diduga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah. Saat ini jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Komodo Labuan Bajo,” ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.

Menurut Kabid Humas Polda NTT, penemuan bermula sekitar pukul 13.00 Wita, ketika dua nelayan Pulau Komodo, Saiful dan Hadi Kusuma, menemukan bangkai kamar kapal yang diduga merupakan bagian dari KM Putri Sakinah. Kapal tersebut dilaporkan tenggelam di perairan Selat Padar Utara pada 26 Desember 2025.

Kedua nelayan kemudian mengajak nelayan lain di sekitar lokasi untuk menarik bangkai kamar kapal ke Pantai Pede menggunakan perahu. Setibanya di pantai, tercium bau menyengat. Setelah bangkai kamar kapal dibongkar, ditemukan satu jenazah di dalamnya.

“Setelah temuan tersebut, nelayan segera menghubungi tim SAR gabungan untuk dilakukan evakuasi,” tambahnya.

Sekitar pukul 14.00 Wita, tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi menggunakan RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, serta KN Puntadewa SAR Maumere. Tim tiba di lokasi pada pukul 14.30 Wita dan langsung mengevakuasi jenazah menggunakan kantong jenazah.

Jenazah kemudian diberangkatkan dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo pada pukul 16.40 Wita dan tiba sekitar pukul 18.10 Wita. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Komodo Labuan Bajo untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kombes Pol. Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Polda NTT melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda NTT. Kepastian identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan DVI, termasuk pemeriksaan bukti primer seperti data gigi.

Ia juga menegaskan bahwa Polda NTT menghormati permintaan pihak keluarga agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik dalam dokumentasi maupun pemberitaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi dan nilai kemanusiaan.

“Sampai saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lain yang diduga masih hilang. Situasi di lapangan aman dan terkendali,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *