Jakarta, bharindo.co.id — Pemerintah tancap gas memperkuat kualitas pendidikan bagi masyarakat lapisan bawah. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat tidak akan berjalan setengah hati—guru berkualitas menjadi ujung tombak keberhasilannya.
“Saya tegaskan, Sekolah Rakyat hadir ditopang oleh guru-guru berkualitas agar anak-anak mendapat pembelajaran terbaik,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Dalam dialog langsung dengan guru dan siswa, Wamendikdasmen menekankan bahwa kualitas pembelajaran adalah faktor penentu masa depan peserta didik, khususnya bagi mereka yang berasal dari kelompok rentan.
Di bawah kepemimpinan Abdul Mu’ti, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperkuat dukungan terhadap program ini, termasuk dengan menyiapkan tenaga pendidik unggulan dan pembinaan berkelanjutan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah.
“Pembinaan guru diperkuat melalui Balai Guru dan Tenaga Kependidikan agar kualitas pembelajaran benar-benar terjaga dan terus meningkat,” jelasnya.
Tak hanya itu, Fajar juga memastikan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah berjalan optimal, termasuk kolaborasi dengan unit di bawah Kementerian Sosial yang turut mengelola Sekolah Rakyat.
“Saya turun langsung memastikan pembinaan guru berjalan baik dan sinergi antarpemerintah di daerah benar-benar solid,” tegasnya.
Dalam kunjungannya, ia juga meninjau langsung asrama serta suasana belajar siswa. Ia menilai, Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok desil satu dan dua—kelompok yang selama ini paling rentan tertinggal.
“Ini kesempatan besar dari negara. Anak-anak harus belajar sungguh-sungguh, raih cita-cita setinggi mungkin, dan kelak membantu sesama,” pesannya.
Langkah ini menjadi bukti bahwa negara mulai serius memastikan pendidikan berkualitas tidak lagi menjadi privilese, melainkan hak yang bisa dirasakan seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. (***)