Februari 9, 2026
image (1)

bharindo.co.id Jayapura,— Wajah penegakan hukum di Tanah Papua disebut mengalami perubahan yang mencolok. Pendekatan humanis yang dijalankan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Tokoh Pemuda Papua, Marten Satya, yang menilai kehadiran aparat kini lebih merangkul masyarakat.

Menurut Marten, keberadaan Satgas di lapangan tidak lagi dipandang sekadar menjalankan patroli keamanan, tetapi juga membangun jembatan kepercayaan dengan warga hingga ke tingkat akar rumput.

“Kami melihat ada perubahan besar. Personel Satgas Damai Cartenz bekerja dengan hati. Mereka hadir dengan sikap santun, menghormati nilai adat, dan menjunjung tinggi kearifan lokal Papua yang beragam,” ujarnya di Jayapura, Sabtu (7/2).

Ia menilai keberhasilan menjaga stabilitas di Papua tidak hanya bergantung pada ketegasan hukum, tetapi juga pada kemampuan aparat menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat. Keseimbangan antara penegakan aturan dan penghormatan budaya dinilai menjadi kunci terciptanya keamanan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut, kata Marten, memberikan dampak nyata terhadap rasa aman warga. Ketika masyarakat merasa dihargai, mereka cenderung terlibat aktif menjaga lingkungan dari potensi gangguan.

“Pendekatan ini membuat warga merasa menjadi bagian dari upaya perdamaian. Itu modal penting untuk menjaga situasi tetap kondusif,” lanjutnya.

Marten juga mengajak generasi muda Papua untuk tidak mudah terpengaruh provokasi yang dapat merusak persatuan. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni antara masyarakat dan aparat sebagai fondasi masa depan yang lebih baik.

“Jangan beri ruang bagi pihak yang ingin memecah belah. Dengan kebersamaan, kami optimistis Papua akan tetap aman, damai, dan membawa harapan bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Sinergi antara Satgas Damai Cartenz dan masyarakat diharapkan terus terjaga. Pendekatan yang menekankan kedekatan sosial dinilai menjadi bukti bahwa penegakan hukum tidak hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *