Categories: POLRES MAMASA

Tak Gentar Jalan Rusak 15 Kilometer, Bripka Nur Alam Rela Jadi Guru Ngaji Anak-anak Pedalaman Mamasa

MAMASA, bharindo.co.id — Pengabdian seorang anggota Polri tidak selalu dilakukan dengan seragam dan tugas penegakan hukum. Di pedalaman Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Bripka Muh Nur Alam menunjukkan bentuk pengabdian lain dengan menjadi guru mengaji bagi puluhan anak di desa binaannya.

Personel Polres Mamasa yang bertugas di Polsek Mambi tersebut rela menempuh perjalanan sekitar 15 kilometer, dengan sebagian jalur dalam kondisi rusak parah, demi mendatangi anak-anak di Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan.

Sebagai Bhabinkamtibmas Desa Botteng, Bripka Nur Alam tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sejak sekitar tiga bulan terakhir, polisi berusia 45 tahun itu rutin menyisihkan waktunya untuk mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an.

“Belum lama, baru jalan tiga bulan,” kata Bripka Nur Alam kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (29/8/2026).

Niat tersebut muncul ketika dirinya melakukan kegiatan sambang ke wilayah binaan. Saat itu, ia melihat sejumlah anak hanya berkumpul karena tidak mendapatkan kegiatan mengaji.

Bripka Nur Alam kemudian mengajak anak-anak tersebut menuju masjid untuk belajar membaca Al-Qur’an.

“Pada saat saya sambang, saya melihat anak-anak di situ kumpul-kumpul saja. Katanya tidak mengaji karena gurunya sedang ada kegiatan. Makanya saya ajak masuk ke masjid untuk mengaji,” ungkapnya.

Menurutnya, keterbatasan guru mengaji menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat setempat. Selama ini, kegiatan belajar Al-Qur’an banyak dibantu oleh remaja dan mahasiswa yang pulang kampung.

Namun, ketika mereka kembali ke kota untuk melanjutkan pendidikan, anak-anak di desa kembali kehilangan pendamping untuk belajar mengaji.

“Memang guru ngajinya terbatas. Ada beberapa mahasiswa, tapi kalau mereka sudah aktif lagi kuliah di kota, sudah tidak ada yang kasih belajar mengaji,” jelasnya.

Kondisi tersebut semakin terasa karena sebagian besar orang tua warga harus menghabiskan waktu untuk bekerja di kebun.

Kini, sedikitnya 45 anak mengikuti kegiatan belajar mengaji yang dibimbing Bripka Nur Alam. Mereka tersebar di lima dusun di Desa Botteng.

Setiap dusun memiliki sekitar delapan hingga sepuluh anak. Agar seluruh anak mendapatkan kesempatan belajar, jadwal mengaji dibuat secara bergiliran.

“Rata-rata dalam satu dusun itu murid ngajinya 8 sampai 10 orang, total ada lima dusun. Jadi jadwal mengajarnya bergiliran, satu tempat setiap hari,” terangnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di masjid-masjid yang berada di masing-masing dusun.

Namun, keterbatasan sarana juga menjadi tantangan. Beberapa masjid masih dalam kondisi yang memprihatinkan, sementara ketersediaan Al-Qur’an untuk belajar juga terbatas.

“Belajarnya di masjid yang kondisinya juga cukup memprihatinkan. Kami juga kekurangan Al-Qur’an yang sangat dibutuhkan anak-anak untuk belajar mengaji,” ucapnya.

Untuk mencapai Desa Botteng, Bripka Nur Alam harus menempuh perjalanan sekitar 15 kilometer dari Polsek Mambi.

Yang menjadi tantangan, sekitar 10 kilometer jalur tersebut masih dalam kondisi rusak parah dan sulit dilalui, terlebih ketika musim hujan.

“Kalau jaraknya itu sekitar 15 kilometer dari Polsek. Tapi sekitar 10 kilometer masih rusak parah dan sulit dilalui, apalagi saat musim penghujan,” katanya.

Kondisi medan tersebut tidak membuatnya berhenti. Sedikitnya tiga kali dalam sepekan ia menyempatkan diri datang mengajar.

“Paling sedikit tiga kali seminggu saya mengajar mengaji. Kalau lagi tidak banyak tugas kedinasan, biasanya bisa lebih, tergantung kondisi,” tuturnya.

Kegigihan Bripka Nur Alam mendapat apresiasi dari masyarakat. Bahkan, sejumlah warga meminta dirinya tinggal di desa agar dapat lebih maksimal mendampingi anak-anak.

Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena tugasnya sebagai anggota Polri tetap harus dijalankan.

“Warga sering meminta saya tinggal. Tapi sulit juga, karena kita sebagai polisi juga banyak tugas lain yang tidak kalah penting,” ujarnya.

Pengabdian Bripka Nur Alam tidak berhenti pada kegiatan mengajar mengaji. Bersama seorang ustaz setempat, ia kini tengah merancang program pembangunan rumah tahfidz Al-Qur’an.

Rumah tahfidz tersebut direncanakan menjadi tempat belajar Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

Bripka Nur Alam berharap anak-anak maupun orang tua yang belum mampu membaca Al-Qur’an dapat mengikuti pembelajaran tanpa biaya.

“Yang tidak mampu, orang tua tidak mampu baca tulis Al-Qur’an kita kasih masuk semua di sana, gratis. Kami sementara berusaha cari lahan, Insya Allah terwujud,” ungkapnya.

Bagi Bripka Nur Alam, pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar. Memberikan ilmu dan mendampingi anak-anak belajar Al-Qur’an juga menjadi bentuk pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Bekal ilmu agama yang dimilikinya diperoleh saat pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren DDI Manahilil Ulum Kaballangan, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

“Saya termotivasi, apalagi saya juga pernah sekolah agama di Pesantren Kaballangan Pinrang,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu anak-anak mengenal dan membaca Al-Qur’an sekaligus menjadi jembatan untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat.

“Selain memberikan rasa aman dan tenteram kepada masyarakat, melalui kegiatan ini kami berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri,” pungkasnya.

Kisah Bripka Nur Alam menjadi gambaran bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi persoalan keamanan. Di tengah keterbatasan akses dan sulitnya medan, kepedulian sederhana seorang anggota Polri justru dapat menjadi pintu bagi anak-anak pedalaman untuk terus belajar dan mengenal Al-Qur’an. (hws***)

adminbharindo

Recent Posts

Serah Terima Jabatan Kalapas Rantauprapat, Khairul Bahri Siregar Digantikan Yosef Leonard Sihombing.

Labuhanbatu, bharindo.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan…

7 jam ago

Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda Riau Turun dalam Penanganan Karhutla

Pekanbaru, bharindo.co.id – Menjelang Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, Polwan jajaran Polda…

8 jam ago

Tindak Lanjut Dumas, Satresnarkoba Polres Tebing Tinggi Amankan Pria Bawa Sabu

Tebing Tinggi, bharindo.co.id - Satresnarkoba Polres Tebing Tinggi mengamankan seorang pria berinisial MIA (26), warga…

8 jam ago

Atur Arus Lalu Lintas Pagi Hari, Sat Lantas Polres Mamasa Jalin Kedekatan dengan Pengguna Jalan di Titik Rawan Macet

MAMASA, bharindo.co.id – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Mamasa kembali menggelar Operasi Pengaturan dan…

8 jam ago

Persiapan Penuh Sambut Audit Itwasum Polri, Polda Sulbar Gelar Pra-Audit Cegah Temuan Berulang

Polda Sulbar, bharindo.co.id - Menjelang pelaksanaan Audit Kinerja oleh Itwasum Polri, Polda Sulbar mengambil langkah…

8 jam ago

Polsek Marbau Sosialisasi Pencegahan Karhutla pada Masyarakat

Labuhanbatu, bharindo.co.id – Polsek Marbau Polres Labuhanbatu terus meningkatkan upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan…

8 jam ago