bharindo.co.id Jakarta,- Ketenangan kawasan Warakas, Jakarta Utara, mendadak berubah menjadi pusat perhatian setelah aparat kepolisian mengungkap kronologi kasus dugaan pembunuhan berencana yang mengguncang publik. Peristiwa yang merenggut tiga nyawa ini akhirnya mulai menemukan titik terang setelah penyelidikan intensif dilakukan.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz menjelaskan, semuanya bermula pada pagi hari ketika polisi menerima laporan adanya tiga orang ditemukan meninggal di dalam sebuah rumah.
“Pada tanggal 2 Januari 2026 sekitar pukul 07.30, kami menerima informasi adanya tiga korban meninggal dunia dalam satu rumah di lokasi kejadian,” ujar Kapolres dalam konferensi pers.
Mendapat laporan tersebut, tim penyidik bergerak cepat. Olah tempat kejadian perkara dilakukan, saksi-saksi diperiksa, barang bukti diamankan, hingga rekaman CCTV di sekitar lokasi ditelusuri untuk merangkai potongan kejadian. Di dalam rumah, petugas menemukan tiga korban meninggal serta satu orang selamat berinisial AS (22) yang dalam kondisi lemah.
Langkah penyelidikan kemudian diperkuat dengan melibatkan tim Inafis dan Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri guna memastikan penyebab kejadian.
Hasil analisis laboratorium menjadi titik kunci: ditemukan senyawa zinc phosphide di tubuh para korban. Zat tersebut dikenal sebagai rodentisida yang sangat berbahaya bila masuk ke tubuh manusia dalam jumlah besar. Temuan itu menguatkan dugaan bahwa kematian para korban berkaitan dengan paparan zat beracun.
Ahli toksikologi menjelaskan senyawa tersebut bekerja sebagai racun seluler yang dapat memengaruhi fungsi organ tubuh secara fatal. Fakta inilah yang menjadi dasar pengembangan penyidikan lebih lanjut terhadap tersangka AS.
Kasus ini masih terus didalami oleh penyidik untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa serta motif yang melatarbelakanginya. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara hingga tuntas sebagai bentuk kepastian hukum bagi para korban dan masyarakat.
Tragedi Warakas kini menjadi pengingat keras — bahwa di balik pintu rumah yang tampak biasa, bisa tersembunyi peristiwa yang mengguncang nurani publik. Polisi memastikan, seluruh fakta akan dibuka di meja hukum. (azs***)
