bharindo.co.id Jombang,- Proyek Pemeliharaan berkala ruas jalan Blimbing – Gudo yang baru selesai dikerjakan bisa di kelupas dengan jari tangan disebabkan oleh kualitas pengerjaan atau material yang kurang baik.
Penyebab umum aspal cepat mengelupas menandakan kualitas material rendah, penggunaan material aspal dengan kualitas di bawah standar atau campuran agregat (batu, pasir) yang tidak tepat, dapat menyebabkan daya rekat yang buruk dan rentan terhadap pengelupasan.
Proses pemadatan yang tidak maksimal, baik karena jumlah lintasan roller yang kurang atau suhu aspal yang tidak ideal saat pemadatan akan menghasilkan struktur jalan yang tidak padat dan mudah rusak.
Proyek yang di kerjakan oleh CV. Insan Makmur dengan Konsultan CV. Era Muda Consult yang bersumber dari P-APBD TA 2025, Nomor 600.2.10.2/SP/415.18/2025 dengan nilai Rp 1.356.732.604,42 diduga banyak pelanggaran. Papan informasi juga tidak di sebutkan volumenya berapa serta kwalitas dan mutunya juga tidak sesuai harapan.
Dalam investigasi awak media di lapangan beberapa hari yang lalu banyak di temukan pelanggaran, diantaranya besarnya pori-pori aspal yang menyebabkan aspal cepat rusak akibat genangan air hujan dan tergerus oleh roda kendaraan yang melintas serta kurangnya pemadatan sehingga aspal dengan mudah bisa di kelupas dengan jari tangan.
Warga setempat juga mengatakan kalau kwalitas serta mutu sangat jelek, soalnya dengan jari tangan aspal bisa di kelupas.
“Depan pasar Blimbing itu kelihatan bagus tapi yang barat pasar sampai depan SKB itu sangat jelek kwalitasnya”. Ujar warga setempat, Kamis (4/12)
Agung Setiaji selaku Kabid Binamarga saat di konfirmasi awak media via WA (WhatsApp) tidak ada respon dan hanya terkesan di baca saja.
Karena ini anggaran negara, kami berharap pada aparat penegak hukum terutama Tipidkor Polres Jombang untuk segera memanggil dan memeriksa siapa saja yang terlibat di dalam proyek tersebut. Serta kami akan selalu mengawal perkembangannya.
(Pras***)
