bharindo.co.id Kediri,— Pagi itu, suasana Masjid Asy-Syuhada di lingkungan Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Kota Kediri, terasa lebih khidmat dari biasanya. Lantunan Asmaul Husna menggema, mengiringi langkah para personel Brimob bersama keluarga mereka yang perlahan memenuhi ruang masjid. Jumat (16/1/2026) menjadi momentum bagi mereka untuk sejenak berhenti dari rutinitas tugas, menundukkan hati, dan merefleksikan makna Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.

Sekitar 80 personel Kompi 1/C Pelopor, Bhayangkari, serta anak-anak mereka hadir dalam peringatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB. Di antara seragam dinas dan busana muslim, terjalin suasana kebersamaan yang hangat—sebuah potret sisi lain dari aparat yang sehari-hari akrab dengan disiplin dan ketegasan.
Komandan Kompi 1/C Pelopor, AKP Joko Widodo, S.H., dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan titik balik dalam memperbaiki kualitas ibadah.
“Shalat lima waktu adalah tiang agama. Ia bukan hanya kewajiban, tetapi sarana kita untuk lebih dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar AKP Joko Widodo. Ia menekankan bahwa setiap insan tidak harus merasa sebagai orang yang sempurna, namun terus berupaya menjadi pribadi yang lebih baik dengan meneladani Rasulullah SAW.
Pesan tersebut menemukan resonansinya saat Ustadz Muhammad Haris menyampaikan mauidhotul hasanah. Ia mengingatkan bahwa peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada masa sulit dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, namun justru dari sanalah lahir perintah shalat yang menjadi penguat umat Islam hingga kini.
“Shalat adalah tempat kita mengadu saat susah dan bersyukur saat lapang. Jika shalat kita baik, insya Allah kehidupan kita pun akan baik,” tuturnya di hadapan jamaah yang menyimak dengan khusyuk.
Bagi para personel Brimob, peringatan ini menjadi ruang jeda spiritual—pengingat bahwa di balik tugas menjaga keamanan dan ketertiban, ada kebutuhan untuk menata batin dan memperkuat iman. Kebersamaan bersama keluarga di masjid juga menjadi pengikat nilai, bahwa keteladanan tidak hanya ditunjukkan di medan tugas, tetapi juga di lingkungan rumah dan ibadah.

Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Asy-Syuhada ditutup dengan doa bersama. Tepat pukul 09.00 WIB, kegiatan berakhir. Namun, pesan yang tertanam pagi itu diharapkan terus menyertai langkah para personel dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari—dengan shalat sebagai pijakan dan akhlak sebagai arah. (yadis***)