Maret 29, 2026
image (39)

bharindo.co.id Bali,- Pantai Kedonganan mendadak berubah menjadi lautan manusia. Ribuan tangan bergerak serempak menyapu pesisir — bukan untuk berlibur, melainkan bertarung melawan ancaman sampah yang membayangi wajah pariwisata Bali. Di tengah aksi kolosal itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya tampil di garis depan memimpin korvei bersih laut yang mengguncang perhatian publik.

Didampingi para Pejabat Utama Polda Bali, kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolik. Sekitar 5.000 peserta — mulai dari personel Polri, TNI, pelajar, mahasiswa, relawan lingkungan, hingga organisasi masyarakat — turun langsung ke pasir Kedonganan dalam gerakan kolaboratif menjaga citra Pulau Dewata tetap bersinar.

Langkah besar ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk melaksanakan pembersihan pantai secara masif. Pemerintah pusat hingga daerah pun bergerak serentak: Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Pariwisata, pejabat kementerian, pimpinan TNI-Polri, hingga kepala daerah se-Bali hadir menyaksikan aksi yang terasa seperti operasi nasional penyelamatan pesisir.

Dalam apel pembuka, Menteri Pariwisata menegaskan kebersihan bukan sekadar isu lokal, melainkan tanggung jawab kolektif bangsa. Sementara Menteri Lingkungan Hidup mengingatkan keras: Indonesia tengah menghadapi darurat sampah — dan Bali diharapkan menjadi contoh perlawanan nyata terhadap krisis tersebut.

Setelah aba-aba diberikan, pantai langsung dipenuhi aktivitas. Sapu, karung, alat berat, hingga armada pengangkut dikerahkan. Excavator, puluhan dump truk, dan loader bekerja tanpa jeda mengangkut timbunan sampah — sebuah pemandangan yang menegaskan skala serius operasi bersih pesisir ini.

Kapolda Bali menegaskan, kehadiran Polri bukan sekadar mendukung, tetapi memastikan gerakan ini berdampak nyata bagi masa depan daerah.

“Menjaga kebersihan pantai bukan hanya soal lingkungan, tetapi soal masa depan pariwisata dan ekonomi Bali. Kami akan terus hadir berkolaborasi demi Bali yang bersih, sehat, dan berdaya saing global,” tegas Irjen Pol. Daniel.

Di balik gemuruh aksi massal itu tersimpan pesan tajam: kebersihan pantai bukan pekerjaan sehari — melainkan budaya yang harus terus dijaga. Sinergi pemerintah, aparat, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat menjadi fondasi agar Bali tetap menjadi etalase pariwisata nasional — bukan hanya indah dipandang, tetapi juga bersih dan berkelanjutan.

Dan hari itu, Kedonganan memberi bukti: ketika ribuan orang bergerak bersama, sampah bukan lagi masalah kecil — melainkan musuh bersama yang siap ditaklukkan. (igds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *