Februari 18, 2026
WhatsApp Image 2026-02-17 at 17.16.16

Bharindo .co.id Majalengka,- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka meraih tiga prestasi penting pada tahun 2025, yaitu menjadi juara terbaik 1 Pemerintah Daerah dengan persentase pengalokasian anggaran Standar Pelayanan Minimal (SPM) terbesar, juara terbaik 1 Pemerintah Daerah dengan respon dan kolaborasi terbaik dalam Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta juara terbaik 3 Pemerintah Daerah dengan kinerja terbaik pencapaian Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7-18 tahun dengan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) kurang dari 35.000 anak.

SPM pendidikan merupakan pelayanan dasar yang wajib disediakan untuk menjamin hak peserta didik mendapatkan pendidikan berkualitas minimal, mencakup jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan kesetaraan. Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Majalengka menunjukkan komitmen tinggi dengan mengalokasikan anggaran SPM pendidikan dalam proporsi terbesar di tingkat nasional, yang menjadi dasar bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan di seluruh wilayah.

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada akhir 2024, bertujuan membentuk generasi berkarakter dengan menanamkan kebiasaan positif: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Disdik Majalengka berhasil menggerakkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam implementasinya, sehingga menjadi contoh terbaik dalam merespons gerakan ini.

Berdasarkan Rapor Pendidikan 2025, APS usia 7-15 tahun di Indonesia mencapai 98,22 persen, namun masih terdapat tantangan pada jenjang SMA. Majalengka berhasil mencatatkan capaian APS usia 7-18 tahun yang tinggi, dengan jumlah anak tidak sekolah di bawah 35.000 orang, sehingga meraih peringkat ketiga terbaik secara nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Umar Ma’ruf, mengucapkan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. “Prestasi ini tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi dan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Semoga ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Majalengka,” ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (17/02/26)

Umar berharap dengan peraihan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pendidikan yang lebih profesional dalam mencerdaskan dan meningkatkan IPM menuju Majalengka Langkung sae.

Kadisdik juga mengatakan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Model di tahun 2026. Hal ini guna meningkatkan IPM Majalengka yang masih tertinggal yaitu urutan ke 23 SE Jabar. Saat ini IPM Majalengka baru mencapai angka 7.8 sedangkan IPM Propinsi Jabar sudah 9.1, ujarnya.

Namun Ia optimis ketertinggalan ini bisa segera dikejar melalui PKBM Model yang mulai tahun ini mulai berjalan.

“Dengan kolaborasi bersama OPD lainnya seperti pertanian dan DK2UKM, semoga akan meningkatkan IPM pendidikan di Kabupaten Majalengka, “tutupnya penuh optimis(yet’s).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *