April 22, 2026
WhatsApp Image 2026-02-11 at 12.07.16

bharindo.co.id Wonosobo,— Suasana belajar di SD Negeri 1 Kapulogo mendadak berubah tegang setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa pada Jumat, 6 Februari 2025, memicu kegemparan. Paket makanan yang seharusnya menunjang kesehatan anak-anak justru diduga tercium beraroma tidak sedap dan menyengat, membuat guru bertindak cepat demi mencegah risiko bagi siswa.

Menurut narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, bau tersebut memicu kekhawatiran sehingga pihak sekolah segera mengembalikan paket makanan kepada pengelola SPPG. Tak lama berselang, lokasi SPPG didatangi anggota Koramil dan petugas Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan langsung atas dugaan makanan tidak layak konsumsi tersebut. Sejak Senin berikutnya, operasional SPPG pun dinonaktifkan sementara untuk evaluasi dan klarifikasi.

Penelusuran tim investigasi pada Selasa, 10 Februari 2026, mengarah ke SPPG Yayasan Insan Wonosobo di Kapulogo Tengah. Koordinator lapangan berinisial A membenarkan adanya kejadian itu, namun menegaskan bahwa sumber bau bukan berasal dari seluruh menu, melainkan dari telur puyuh yang menjadi lauk pendamping.

Telur puyuh tersebut, menurut penjelasannya, berasal dari mitra berinisial R dan dimasak di luar fasilitas SPPG sebelum dibawa dalam kondisi siap saji. “Yang menyebabkan bau menyengat itu dari telur puyuh, bukan dari makanan lainnya,” ungkapnya.

Meski demikian, kejadian ini memicu sorotan tajam masyarakat. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan instansi terkait — khususnya Dinas Kesehatan — bertindak tegas bila ditemukan pelanggaran dalam proses penyediaan MBG. Pasalnya, makanan yang tidak layak konsumsi bukan hanya merusak citra program, tetapi berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius bagi siswa.

Publik kini menuntut pengawasan lebih ketat agar program yang ditujukan mencetak generasi sehat tidak berubah menjadi sumber kecemasan. Bagi masyarakat, kualitas makanan anak sekolah bukan sekadar layanan — melainkan tanggung jawab yang tak boleh ditawar. (bdys***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *