Jombang bharindo.co.id – Bukan hanya kuantitas melainkan tetap mewujudkan kesejahteraan petani keberlanjutan dan perlindungan petani adalah moto yang di galakkan pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Jombang, Ir. M. Rony, M.M, akan mengarahkan petani pada sistem berkelanjutan melalui Budidaya Tanaman Sehat (BTS) kendati produksi padinya meningkat namun tidak merusak lingkungan. BTS ini dapat menekan biaya produksi dan menjaga agro ekosistem. BTS ini akan diterapkan perdana mulai 10 April 2026 tepatnya di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. Namun hingga saat ini berkembang menjadi 21 desa di seluruh Kecamatan dengan total luasan sekitar 100 hektar.
“BTS itu tidak membakar limbah, melainkan mengutamakan pupuk organik, pengendalian hama terpadu, serta pengelolaan air yang baik. Produksi tetap naik, lebih sehat dan ramah lingkungan”. Paparnya, Rabu (11/3)
Selain BTS Roni juga menegaskan, “Petani juga perlu mendapat perlindungan dari program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Tahun 2025, luas lahan yang diasuransikan mencapai 973 hektar dengan 1.843 petani terdaftar. AUTP sangatlah penting manakala terjadi gagal panen akibat banjir atau kekeringan, agar petani tidak sepenuhnya menanggung risiko sendiri, saat ini, terdapat pengajuan klaim 32 hektar akibat banjir di Desa Jatigedong. Selain itu, bantuan benih 6.325 kilogram disalurkan untuk lahan 253 hektar yang mengalami gagal panen meski tidak terdaftar AUTP,” ucapnya.
(Prass***)
