Jakarta, bharindo.co.id – Agus Suryonugroho mengungkapkan sejumlah catatan positif dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, khususnya dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) selama arus mudik dan balik Lebaran.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (31/3/2026), Kakorlantas menilai tingginya volume kendaraan saat puncak arus mudik dan balik menjadi tantangan besar yang berhasil dikelola dengan baik berkat kehadiran personel di lapangan.
“Catatan positif yang luar biasa adalah kamseltibcarlantas. Puncak arus cukup tinggi, bangkitan arus juga tinggi. Memang pasti terjadi kepadatan dan perlambatan, namun tanpa kehadiran personel baik dari Korlantas maupun jajaran Direktorat Lalu Lintas, pengelolaan tidak akan optimal,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga didukung oleh kebijakan strategis berupa Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan kendaraan sumbu tiga yang dinilai efektif dalam mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode operasi.
“Kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga ini sangat strategis dan membantu dalam menjaga kamseltibcarlantas. Ke depan akan dilakukan evaluasi untuk semakin mempermudah pengelolaan lalu lintas,” jelasnya.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital turut menjadi faktor penting dalam mendukung pengaturan lalu lintas secara real-time. Sistem pemantauan berbasis teknologi memungkinkan petugas untuk mengatur arus kendaraan secara lebih responsif dan adaptif.
Kakorlantas juga menegaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga stabilitas sosial dan spiritual masyarakat selama momentum hari besar keagamaan.
“Operasi Ketupat bukan hanya soal pengaturan lalu lintas, tetapi bagaimana Kepolisian Negara Republik Indonesia hadir menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat,” tegasnya.
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari bulan suci Ramadan, perayaan Idulfitri, hingga Hari Raya Nyepi, serta periode libur panjang masyarakat.
Menurutnya, seluruh rangkaian tersebut dapat berjalan dengan aman dan terkendali berkat sinergi dan kesiapsiagaan seluruh personel di lapangan.
Sebagai penutup, Kakorlantas menekankan pentingnya menjaga marwah operasional dalam pelaksanaan Operasi Ketupat, baik dari aspek keamanan maupun kelancaran lalu lintas.
“Menjaga marwah operasional dalam Operasi Ketupat mencakup dua aspek utama, yaitu harkamtibmas tanpa adanya peristiwa menonjol serta terwujudnya lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar,” pungkasnya. (azs***)
