April 1, 2026
kakorsabhara_baharkam_polri_memimpin_langsung_upacara_serah_terima_jabatan_dirpamobvit_korsabhar__3__682379

JAKARTA, bharindo.co.id – Gelombang mutasi kembali mengguncang tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kali ini, sorotan tertuju pada pergantian pucuk pimpinan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) di lingkungan Korsabhara Baharkam Polri yang dinilai sebagai langkah strategis penuh makna.

Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) digelar secara resmi pada Selasa (31/03/2026), dipimpin langsung oleh M. H. Ritonga. Pergantian ini bukan sekadar formalitas, melainkan sinyal kuat transformasi di lini pengamanan aset vital nasional.

Dalam amanatnya, Irjen Pol. Ritonga menegaskan bahwa mutasi jabatan adalah bagian dari strategi besar untuk menjaga ketangguhan institusi menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Ini bukan sekadar pergantian jabatan. Ini adalah langkah besar untuk memperkuat mitigasi risiko terhadap aset strategis negara. Kita butuh pemimpin yang inovatif, adaptif, dan presisi,” tegasnya dengan nada penuh penekanan.

Sorotan juga tertuju pada sosok Suhendri yang telah menakhodai Ditpamobvit selama lima tahun terakhir. Pengabdiannya dinilai meninggalkan jejak kuat dalam modernisasi dan penguatan kapasitas personel.

Kini, Suhendri dipercaya mengemban tugas baru sebagai Teknisi Penjinak Bom (Jibom) Utama Tingkat I di Korbrimob Polri—posisi krusial dalam penanganan ancaman berisiko tinggi.

Tongkat komando pun resmi beralih ke tangan M. Syahduddi. Tantangan besar langsung menanti, dengan instruksi tegas untuk melakukan akselerasi kinerja dan memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat.

“Personel harus hadir bukan hanya secara fisik, tetapi memberi dampak nyata. Keamanan objek vital adalah kunci stabilitas ekonomi nasional,” tegas Ritonga.

Pergantian ini dipandang sebagai langkah taktis untuk memperkuat sistem pengamanan objek vital di tengah dinamika ancaman global, termasuk sektor energi, transportasi, dan industri strategis lainnya.

Lebih jauh, Kakorsabhara menekankan bahwa keberhasilan pengamanan tidak bergantung pada individu semata, melainkan pada soliditas tim dan peningkatan kompetensi berkelanjutan.

Dengan kepemimpinan baru, Ditpamobvit diharapkan tampil lebih agresif, adaptif, dan profesional dalam mengawal aset-aset vital negara—sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung percepatan pembangunan.

Mutasi ini bukan sekadar rotasi. Ini adalah sinyal: Polri terus bergerak, berbenah, dan bersiap menghadapi tantangan masa depan. (hnds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *