April 21, 2026
image (62)

Kutai Timur, bharindo.co.id Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, memimpin langsung kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Kamtibmas sebagai langkah strategis dalam memetakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kutai Timur, Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut membahas berbagai isu krusial, baik lokal maupun nasional, di antaranya rencana aksi unjuk rasa pada 21 April 2026 di DPRD dan Pemprov Kalimantan Timur, serta agenda peringatan Hari Buruh (May Day) 2026 oleh DPC PPMI Kabupaten Kutai Timur.

Selain itu, kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kutai Timur juga menjadi perhatian. Berdasarkan hasil pemantauan, stok BBM dinyatakan masih aman dan mencukupi, meskipun terjadi kenaikan harga BBM non-subsidi secara nasional. Tidak ditemukan adanya panic buying maupun antrean panjang yang signifikan di SPBU.

Dalam forum tersebut juga diungkap tingginya angka kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai 219 kasus sejak Januari hingga April 2026. Selain itu, turut dibahas perkembangan konflik agraria, perselisihan industrial di wilayah Bengalon, serta berbagai program strategis daerah.

AKBP Fauzan Arianto menegaskan pentingnya langkah deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas, khususnya menjelang momentum aksi unjuk rasa dan peringatan May Day.

“Saya tekankan kepada jajaran Sat Intelkam untuk terus melakukan deteksi dini terhadap setiap perkembangan situasi, baik isu lokal maupun nasional. Kita harus mampu mengantisipasi potensi gangguan sejak awal agar situasi tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Kapolres juga menginstruksikan Bag Ops untuk segera menyiapkan surat perintah pengamanan terkait kegiatan aksi maupun May Day. Seluruh jajaran Polres dan Polsek diminta menyiapkan langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing.

“Setiap satuan kerja agar segera melaksanakan anev internal dan menindaklanjuti hasil rapat hari ini. Apa yang menjadi atensi harus dijalankan secara optimal agar kinerja kita semakin maksimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolres menyoroti maraknya aktivitas illegal logging di wilayah Kutai Timur. Ia meminta seluruh jajaran meningkatkan upaya preemtif, preventif, serta penegakan hukum guna menekan praktik tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan personel dalam pengamanan aksi unjuk rasa, mulai dari kondisi fisik, logistik, hingga sarana dan prasarana pendukung.

“Kita pastikan seluruh personel yang terlibat pengamanan dalam kondisi siap, baik fisik maupun perlengkapan, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *