April 28, 2026
24_413863

Purwakarta, bharindo.co.id – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kini tak lagi hanya mengandalkan kehadiran aparat di lapangan. Pendekatan baru berbasis partisipasi publik dan jaringan informasi menjadi fokus utama dalam kegiatan supervisi Badan Intelijen dan Keamanan Polri (Baintelkam) Mabes Polri terkait program strategis “Sabuk Kamtibmas” yang digelar di Aula Presisi Polres Purwakarta, Senin (27/04/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Tim Supervisi Agen Intelijen Kepolisian Madya Tingkat II Baintelkam Mabes Polri, Tedi Hermansyah, didampingi Budi Hendra Permadi, serta Wakapolres Purwakarta Sosialisman M. Natsir.

Suasana kolaboratif terasa kuat dengan kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga lembaga swadaya masyarakat seperti Laskar Merah Putih, Pemuda Pancasila, Sunda Wani, hingga Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Mereka terlibat aktif dalam diskusi bersama jajaran Intelkam tingkat Polres hingga Polsek.

Dalam arahannya, Kombes Pol Tedi Hermansyah menegaskan bahwa konsep Sabuk Kamtibmas merupakan strategi pengamanan partisipatif yang menitikberatkan pada deteksi dini terhadap potensi ancaman.

“Sabuk Kamtibmas bukan hanya soal patroli, tetapi bagaimana kita membangun komunikasi dan jaringan informasi yang kuat. Di tengah dinamika global seperti isu ekonomi dan geopolitik, masyarakat harus peka dan ikut menjaga stabilitas,” tegasnya.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Kapolres Purwakarta, I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, yang menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan masyarakat sebagai fondasi utama menjaga keamanan berkelanjutan.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Melalui Sabuk Kamtibmas, kami ingin membangun kolaborasi kuat agar setiap potensi gangguan bisa dideteksi dan diantisipasi sejak dini,” ungkapnya.

Tak sekadar pemaparan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog interaktif yang hangat. Diskusi, ramah tamah, hingga pembacaan pernyataan sikap bersama menjadi penutup rangkaian acara—sebuah simbol komitmen kolektif untuk menjaga stabilitas dan keamanan wilayah Purwakarta.

Melalui program ini, Polri menegaskan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama—bukan hanya aparat, tetapi seluruh elemen bangsa. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *