September 21, 2026
b495b2be-bfe8-4c44-ae93-da5c2b8932f4_986205

SEMARANG, bharindo.co.id – Wakapolri, Dedi Prasetyo, menegaskan komitmen Polri untuk melakukan transformasi besar dalam sistem pendidikan guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang profesional, adaptif, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan era digital.

Penegasan tersebut disampaikan usai menghadiri tiga agenda strategis di Akademi Kepolisian, yakni Analisis dan Evaluasi (Anev) Pendidikan dan Pelatihan Semester I Tahun 2026, peresmian Kelas Tematik Akpol, serta peresmian Laboratorium Sosial Sains Kepolisian.

Menurut Wakapolri, hasil evaluasi semester pertama menjadi pijakan penting untuk mendesain ulang seluruh sistem pendidikan Polri yang akan mulai diterapkan pada tahun 2027.

“Seluruh kurikulum pendidikan Polri sedang didesain ulang agar sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 dan rekomendasi reformasi kepolisian. Pendidikan Polri ke depan harus semakin berbasis hak asasi manusia, memperkuat kompetensi, profesionalisme, serta menjawab tantangan perkembangan zaman,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Reformasi tersebut akan diterapkan pada seluruh jenjang pendidikan Polri, mulai dari pendidikan pembentukan hingga pendidikan pengembangan tingkat pertama, menengah, dan tinggi. Kurikulum baru juga akan diberlakukan bagi pendidikan Bintara Polri, Bintara SPKT, Brimob, Polair, maupun Intelijen.

Tak hanya itu, Wakapolri juga meresmikan Kelas Tematik Akpol yang dirancang sebagai model pembelajaran modern dengan menampilkan berbagai fungsi kepolisian. Ke depan, konsep tersebut akan dikembangkan di seluruh Polda dengan mengangkat karakteristik wilayah, kearifan lokal, serta pemanfaatan teknologi big data sebagai media pembelajaran.

Menurutnya, para taruna Polri sebagai calon pemimpin masa depan harus memiliki kemampuan berpikir komprehensif, menguasai digitalisasi, analisis berbasis artificial intelligence (AI), serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat berdasarkan data.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolri meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian yang diproyeksikan menjadi salah satu laboratorium kepolisian modern di kawasan Asia. Fasilitas tersebut memanfaatkan teknologi digital, big data, dan kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran berbasis riset sekaligus memperkuat konsep evidence-based policing atau pengambilan keputusan berdasarkan bukti ilmiah.

Transformasi pendidikan juga akan diperluas ke jenjang kepemimpinan melalui pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri. Laboratorium tersebut dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas para perwira menengah dan perwira tinggi dalam mengambil keputusan secara cepat, efektif, efisien, dan berbasis data.

Wakapolri menegaskan, reformasi pendidikan merupakan bagian dari strategi besar Polri dalam membangun SDM unggul melalui pembaruan sistem pendidikan, penguatan budaya organisasi, dan peningkatan kompetensi personel.

“Ini merupakan komitmen Polri untuk terus membangun SDM yang unggul melalui reformasi pendidikan, reformasi kultur organisasi, dan penguatan kompetensi personel. Semua ini dilakukan untuk menjawab harapan masyarakat sekaligus menghadapi dinamika tantangan global, regional, maupun nasional,” pungkas Wakapolri. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *