September 19, 2026
image (32)

Bekasi, Bharindo.co.id – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi langkah serikat buruh dan asosiasi pengusaha yang mulai membangun komunikasi bersama dalam pembahasan RUU Cipta Kerja (Ciptaker).

Menurut Kapolri, dialog sejak awal merupakan langkah penting untuk menemukan titik temu di tengah adanya perbedaan kepentingan antara pekerja dan dunia usaha.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi” tersebut dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari kurang lebih 1.200 perusahaan, serta berbagai unsur terkait.

Kapolri mengaku menyambut positif pembahasan RUU Ciptaker yang diawali komunikasi antara serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

“Saya sangat senang mendengar bahwa pembicaraan terkait dengan draf Undang-Undang Ciptaker dimulai dengan pembicaraan bersama antara teman-teman dari serikat pekerja dengan Apindo. Ini adalah permulaan yang sangat baik dan tentunya harus dipertahankan,” kata Kapolri.

Kapolri menegaskan, perbedaan pandangan antara pekerja dan pengusaha merupakan sesuatu yang wajar dalam hubungan industrial.

Namun, perbedaan tersebut harus dikelola melalui komunikasi dan musyawarah. Kepentingan buruh harus tetap diperjuangkan tanpa mengabaikan keberlangsungan perusahaan.

Sebaliknya, kepentingan perusahaan untuk terus tumbuh juga tidak boleh mengesampingkan hak-hak pekerja yang telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Menurut Kapolri, keseimbangan tersebut semakin penting di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang memberikan tekanan terhadap dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan.

Karena itu, pengusaha diminta mengubah cara pandang terhadap pekerja. Buruh tidak semestinya hanya dilihat sebagai tenaga kerja, melainkan sebagai aset, mitra dan bagian dari keluarga besar perusahaan.

“Kalau kita bicara kesejahteraan buruh, perusahaannya juga harus tetap hidup dan berkembang. Di situlah kita harus menemukan titik keseimbangan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolri menekankan pentingnya menjaga iklim investasi tetap aman dan kondusif.

Pemerintah terus mendorong hilirisasi serta investasi dengan harapan semakin banyak lapangan pekerjaan baru yang dapat tercipta bagi masyarakat.

Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam dan pasar domestik yang luas. Namun, potensi tersebut harus didukung kepastian hukum, keamanan serta hubungan industrial yang sehat.

Kapolri juga meminta perusahaan tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik premanisme, pungutan liar (pungli) maupun gangguan keamanan lainnya di kawasan industri.

Polri, tegasnya, akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk guna memastikan dunia usaha dan investor dapat menjalankan aktivitasnya secara aman.

Kapolri mengingatkan bahwa upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap pekerja.

Pengusaha tetap berkewajiban mematuhi regulasi dan memenuhi hak-hak buruh sesuai ketentuan yang berlaku.

“Investasi harus tetap kondusif, tetapi hak-hak buruh juga harus terus dijaga dan diperjuangkan. Semua harus berjalan seimbang,” tegasnya.

Kapolri optimistis komunikasi yang terbangun antara pemerintah, pengusaha, investor dan pekerja akan memperkuat perekonomian nasional.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendorong hilirisasi, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan SMK Mitra Industri MM2100.

Lembaga pendidikan vokasi tersebut dinilai menjadi contoh konkret kolaborasi dunia pendidikan dengan dunia industri dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai kebutuhan pasar kerja.

Kapolri berharap pekerja Indonesia ke depan tidak hanya mampu menjadi tenaga terampil, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menduduki posisi manajerial dan strategis di perusahaan.

Dengan semangat kebersamaan antara buruh, pengusaha, investor dan pemerintah, Kapolri optimistis Indonesia mampu memperkuat daya saing ekonomi, memperluas kesempatan kerja dan mewujudkan cita-cita menjadi negara maju.

“Dengan semangat kebersamaan antara pengusaha, investor, buruh dan pemerintah, kita yakin Indonesia bisa mencapai cita-citanya menjadi negara maju,” pungkas Kapolri. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *