April 17, 2024

Bharindo Jakarta, – Bareskrim Polri membeberkan perubahan pola dan jenis penyelundupan narkoba jaringan internasional ke Tanah Air. Yakni melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan tujuan mengecoh petugas.

“Ada perubahan pola dan jenis penyelundupan narkoba jaringan internasional ke Tanah Air. Khususnya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ujar Kombes Pol Arie Ardian Rishadi, Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Biasanya, sambung Arie, jaringan Amerika Serikat yang menyelundupkan narkotika jenis heroin dan kokain. Namun saat ini sudah merambah kepada jenis sabu.

Begitupula jaringan internasional lainnya yang biasanya sabu atau ganja. Kini sudah merambah ke kokain dan heroin.

Bahkan, lanjutnya, untuk mengelabui petugas jalur distribusinyapun berubah. Misalkan, dari Amerika Serikat dikirim terlebih dahulu ke Thailand sebelum tujuan akhir.

“Adapula yang langsung dikirim ke Australia baru masuk Indonesia. Narkoba tersebut umumnya disuplai ke Bali dan Lombok,” kata Arie.

Menurutnya, dengan pola distribusinya secara acak, petugas memerlukan pendalaman yang lebih tajam. Ditambah lagi membuka jaringan, sehingga dapat membaca perubahan pola tersebut.

Diketahui, penyelundupan narkotika jenis kokain jaringan internasional yang disamarkan dalam patung ikan arwana terbongkar. Ditambah lagi, berbagai jenis narkoba lain asal Malaysia dan Amerika Serikat turut disita Bea Cukai Soekarno-Hatta.

Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, empat tersangka sindikat jaringan internasional diringkus secara terpisah. Mereka diantaranya warga negara Malaysia dan Amerika Serikat.

“Kami bekerja sama dengan Direktorat Interdiksi Narkotika DJBC dan Bareskrim Polri dengan barang bukti, 332 gram kokain. Lalu 18 butir psikotropika, tiga butir ekstasi, 180 gram magic mushroom, 56 butir happy five dan 95 butir kapsul psilocin,” ujarnya. (Ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.