Categories: Nasional

BHARINDO Apresiasi Ketegasan Polri-TNI: Anarkisme Tak Boleh Rusak Demokrasi

Bharindo Jakarta,– Pimpinan Bhayangkara Indonesia (BHARINDO), Haidar S. Lakoro, S.Pd, SH, MH, CCLP, CLSDP, CL. mengapresiasi langkah cepat dan tegas aparat Polri bersama TNI dalam meredam kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah sejak Kamis hingga Minggu lalu. Menurutnya, situasi berangsur kondusif setelah pernyataan tegas Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang memastikan setiap aksi anarkis akan ditindak.

“Sejak Sabtu malam, setelah pernyataan Pak Kapolri didampingi Panglima TNI, saya melihat tensi kekerasan menurun signifikan,” ujar Haidar di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Haidar menekankan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional warga negara. Namun ia mengingatkan, penyampaian aspirasi tidak boleh kebablasan hingga merusak fasilitas umum maupun menyerang simbol-simbol negara.

“Silakan menyampaikan aspirasi sekeras-kerasnya, mengkritik sekeras-kerasnya, tapi jangan menyerang milik negara. Itu dibangun dari pajak kita sendiri,” tegasnya.

Haidar juga menyoroti aksi perusakan gedung DPR dan kantor DPRD di sejumlah daerah, serta penyerangan terhadap simbol kepolisian. Haidar menilai tindakan tersebut merupakan ancaman serius terhadap sistem demokrasi yang telah diperjuangkan sejak reformasi.

“Kalau pemerintahan sipil diserang, maka yang dirusak adalah sistemnya. Hukum harus ditegakkan agar demokrasi tetap berdiri kokoh,” jelasnya.

Terkait langkah Polri, Haidar menegaskan tindakan tegas aparat sah secara hukum selama merujuk pada Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tugas Kepolisian. Aturan tersebut, kata dia, memberikan legitimasi penggunaan kekuatan yang terukur dalam kondisi darurat yang membahayakan keselamatan jiwa, properti, dan objek vital.

“Kalau sudah pada titik ancaman keselamatan, tindakan tegas memang harus dilakukan. Itu bagian dari perlindungan hukum,” ungkapnya.

Haidar mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemimpin komunitas untuk aktif memberikan edukasi kepada publik tentang pentingnya menjaga situasi damai dan kondusif.

“Tokoh masyarakat harus menjelaskan bahwa menyampaikan pendapat itu boleh, tapi dengan cara damai. Demokrasi tidak boleh dibajak oleh anarkisme,” pungkasnya. (azs***)

adminbharindo

Recent Posts

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum terhadap KKB di Papua

bharindo.co.id Papua,-  Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmen serius dalam penegakan hukum terhadap Kelompok…

8 jam ago

Korlantas Polri Perluas Implementasi ETLE Mobile Handheld di Polda Bali

bharindo.co.id Bali,- Korlantas Polri terus memperluas implementasi penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik melalui penyerahan…

8 jam ago

Korsabhara Baharkam Polri Gelar Binrohtal Ramadan 1447 H, Perkuat Spiritualitas Personel

bharindo.co.id Depok,- Mengisi bulan suci Ramadan 1447 H dengan kegiatan positif, Korsabhara Baharkam Polri menyelenggarakan…

8 jam ago

Kakorlantas Tinjau Kesiapan Pelabuhan di Lampung Jelang Operasi Ketupat 2026

bharindo.co.id Lampung,- Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho bersama sejumlah stakeholder terkait meninjau kesiapan pelabuhan penyeberangan di…

9 jam ago

Korlantas Polri Gelar Sosialisasi Pelatihan ETLE Handheld dan Aplikasi ETLE Nasional

bharindo.co.id Jakarta,- Korlantas Polri melalui Subdit Pengawalan Patroli Jalan Raya (WAL & PJR) menggelar sosialisasi…

9 jam ago

Bareskrim Polri dan Komnas Perempuan Perkuat Advokasi Penanganan Femisida Lewat Penguatan Sistem Dokumentasi Nasional

bharindo.co.id Jakarta,-  Bareskrim Polri bersama Komnas Perempuan menggelar pertemuan bilateral guna memperkuat advokasi penanganan femisida…

9 jam ago