Categories: DENSUS 88

Densus 88 Bongkar Jaringan Ekstremisme Digital, Puluhan Anak Indonesia Terpapar Ideologi Kekerasan

bharindo.co.id Jakarta,-  Bahaya ekstremisme kini tak lagi bersembunyi di sel-sel gelap, tetapi menjalar terang-terangan di ruang digital. Densus 88 Antiteror Polri mengungkap keberadaan komunitas media sosial berjejaring global yang secara sistematis menyebarkan ideologi ekstremisme dan kekerasan kepada anak-anak di bawah umur di Indonesia.

Komunitas tersebut terafiliasi dengan jaringan True Crime Community (TCC), sebuah fenomena digital lintas negara yang berkembang tanpa struktur organisasi resmi, namun bergerak masif dan sporadis melalui platform daring.

“Komunitas ini tidak didirikan oleh tokoh, organisasi, atau institusi tertentu. Ia tumbuh secara sporadis sebagai pertemuan antara ketertarikan pada kekerasan, sensasionalisme media, dan ruang digital yang bersifat transnasional,” ungkap Juru Bicara Densus 88 Polri Kombes Pol. Mayndra Eka, Rabu (7/1/2026).

Densus 88 mengidentifikasi puluhan grup dan kanal daring yang menjadi simpul penyebaran paham ekstrem tersebut, di antaranya TCC Community, TCCland Under Akmal, TCC Universe, WAG TCC Reborn, Tanah Suci TCC, TCC City Nueva Revolucion, hingga grup dengan nama provokatif seperti Have Sex With Your Gun dan Army of Legion. Grup-grup ini saling terhubung dan aktif menyebarkan konten bermuatan glorifikasi kekerasan, ekstremisme, serta narasi kebencian.

Dalam periode Januari 2025 hingga Januari 2026, Densus 88 mencatat sedikitnya 70 anak Indonesia teridentifikasi sebagai anggota aktif jaringan tersebut. Mereka tersebar di 19 provinsi, dengan konsentrasi terbesar berada di DKI Jakarta (15 anak), Jawa Barat (12 anak), dan Jawa Timur (11 anak).

“Sebanyak 70 anak di 19 provinsi teridentifikasi sebagai anggota komunitas TCC. Mayoritas berada di Pulau Jawa,” tegas Mayndra Eka.

Lebih mengkhawatirkan, sebagian besar anak yang terpapar berada pada rentang usia 11 hingga 18 tahun, fase rentan pencarian jati diri yang mudah dimanipulasi oleh propaganda digital.

Densus 88 menegaskan bahwa negara tidak tinggal diam. Dari total anak yang teridentifikasi, 67 anak telah menjalani asesmen, pemetaan, serta konseling intensif sebagai bentuk intervensi dini untuk memutus rantai radikalisasi sejak usia belia.

Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bahwa ancaman terorisme telah berevolusi, menyusup melalui algoritma media sosial dan menyasar generasi muda. Densus 88 menekankan pentingnya peran orang tua, pendidik, dan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan pengawasan digital serta membangun ketahanan ideologis anak dari paparan ekstremisme daring. (azs***)

adminbharindo

Recent Posts

Penguatan Budaya Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Usia Sekolah melalui Program Polantas Karib

MAMUJU, bharindo.co.id — Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Ditlantas Polda Sulbar) terus memperkuat…

1 hari ago

Sat Lantas Polres Mamasa Intensifkan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

MAMASA, bharindo.co.id — Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Mamasa, Sulawesi Barat, terus mengintensifkan upaya…

1 hari ago

Hari Ketiga Audit Irwasum Polri, Kapolda Sulbar Tekankan Profesionalisme dan Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran

SULAWESI BARAT,  bharindo.co.id — Memasuki hari ketiga pelaksanaan Pendalaman Audit Itwasum Polri Tahap II Tahun…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pengeroyokan di Pasangkayu, Satu Terduga Pelaku Diamankan Polres

PASANGKAYU, bharindo.co.id — Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Pasangkayu mengamankan satu orang terduga pelaku dalam…

1 hari ago

HUT TNI Angkatan Laut, Kapolda Sulbar Tegaskan Komitmen Memperkuat Sinergi TNI-Polri dan Pengabdian kepada Masyarakat

Sulawesi Barat, bharindo.co.id  – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Angkatan Laut, Kapolda…

1 hari ago

Petani Panen Jagung, Polisi Ikut Turun ke Kebun! Bhabinkamtibmas Mamasa Kawal Ketahanan Pangan

MAMASA, bharindo.co.id — Pagi itu, suasana kebun jagung di Dusun Rantepongko, Desa Tondokbakaru, Kabupaten Mamasa,…

1 hari ago