Categories: DENSUS 88

Densus 88 Gelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dan Kekerasan di SMA Negeri 1 Kuta Utara

bharindo.co.id Badung,- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, Satuan Intelkam Polres Badung, serta Fast Respon Indonesia Counter Polri Wilayah Bali menggelar sosialisasi bertajuk “Radikalisme dan Kekerasan pada Pelajar” di SMA Negeri 1 Kuta Utara.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.400 peserta yang terdiri atas guru serta siswa dan siswi SMA Negeri 1 Kuta Utara. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar dan tenaga pendidik mengenai bahaya radikalisme, kekerasan, serta perilaku menyimpang di lingkungan sekolah.

Kepala SMA Negeri 1 Kuta Utara, I Gusti Nyoman Naranata, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan kolaborasi ini,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, materi juga membahas isu perundungan (bullying), mulai dari pengertian, jenis-jenis bullying, konsekuensi hukum, hingga dampak psikologis yang ditimbulkan bagi korban. Kasat Intelkam Polres Badung AKP I Gusti Lanang Jelantik, S.H., menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara berulang oleh individu maupun kelompok terhadap pihak yang dianggap lebih lemah.

“Bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara berulang oleh satu orang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang dianggap lebih lemah,” katanya.

Selain itu, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri juga memaparkan fenomena anak di bawah umur yang terpapar paham Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme Terorisme (IRET), serta ajaran fanatisme yang mengarah pada kekerasan. Materi tersebut menekankan pentingnya membentengi diri dengan pemahaman agama yang moderat serta memperkuat nilai kebangsaan.

“Penting bagi pelajar untuk memperkuat diri dengan wawasan agama yang baik dan mempedomani empat pilar kebangsaan,” ujar Briptu Lalu Fendi Irawan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan memiliki kesadaran dan ketahanan diri dalam menghadapi pengaruh negatif yang dapat mengarah pada radikalisme, kekerasan, maupun perilaku intoleran di lingkungan sekolah dan masyarakat. (***)

adminbharindo

Recent Posts

Hujan Deras Robohkan Pohon dan Warung di GOR Joyoboyo, Tidak Ada Korban

KEDIRI, bharindo.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, menyebabkan sebuah…

6 jam ago

Kapolsek Sipispis Hadiri Silaturahmi dan Halal Bihalal di Makoramil 15 Sipispis

Tebing Tinggi, bharindo.co.id -  Polres Tebing Tinggi melalui Kapolsek Sipispis AKP Jaresman Sitinjak, SH, MH,…

6 jam ago

BOM WAKTU PROYEK JALAN! Hotmix Diduga Disunat, Material Tak Sesuai Spesifikasi – Proyek pemeliharaan jalan baribis – Kasokandel Disorot

Majalengka, bharindo.co.id - Proyek pemeliharaan jalan ruas baribis– Kasokandel di Kabupaten Majalengka yang menelan anggaran…

21 jam ago

TRAGEDI JADI BERKAH! PAPIP CELEBES “HUJANI” KORBAN KEBAKARAN SINGKIL DENGAN BANTUAN & POSKO DARURAT

Manado, bharindo.co.id — Di tengah duka mendalam akibat musibah kebakaran yang melanda kawasan Singkil, secercah…

2 hari ago

3 TAHUN TERABAIKAN! ASRAMA MAHASISWA GORONTALO AKHIRNYA “DISELAMATKAN” DUA TOKOH SUKSES

Bogor, bharindo.co.id — Setelah tiga tahun terkatung-katung tanpa kepastian, nasib Asrama Mahasiswa Gorontalo di Bogor…

2 hari ago

OPERASI KETUPAT MUSI 2026 SELESAI, POLDA SUMSEL CATAT PENINGKATAN KINERJA DAN LAYANAN

Palembang, bharindo.co.id — Polda Sumatera Selatan resmi merampungkan pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 dengan mencatat…

2 hari ago