Februari 9, 2026
WhatsApp Image 2026-01-20 at 14.29.05

bharindo.co.id Timika,- Gelombang tinggi disertai cuaca buruk kembali memakan korban di perairan timur Indonesia. Kapal Motor (KM) Putra Kuantan dilaporkan karam di Laut Arafura setelah dihantam gelombang besar pada Senin (19/1). Sebanyak 12 anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan dalam operasi pencarian dan evakuasi yang melibatkan unsur TNI Angkatan Laut.

Proses evakuasi para korban dilakukan oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Timika setelah para awak kapal ditemukan oleh KRI Banjarmasin yang tengah melaksanakan operasi di sekitar perairan Timika. Para korban kemudian dievakuasi melalui Dermaga Penyeberangan Cargo Dock PT Freeport Indonesia, Amamapare, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Komandan Lanal Timika Letkol Laut (P) Bekti Sutiarso, S.H., M.Tr.Opsla memimpin langsung proses penerimaan dan evakuasi korban, didampingi staf perwira, prajurit Lanal Timika, serta tim kesehatan Klinik BP Lanal Timika.

Menurut keterangan Lanal Timika, insiden bermula ketika KM Putra Kuantan menghadapi gelombang laut tinggi akibat cuaca buruk. Kapal diduga kehilangan stabilitas, kemasukan air, dan akhirnya tidak mampu bertahan di tengah laut. Dalam kondisi darurat tersebut, para awak berupaya menyelamatkan diri hingga akhirnya ditemukan oleh unsur TNI AL dan kapal nelayan yang melintas.

“Sebanyak 12 awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka ditemukan oleh KRI Banjarmasin, sementara satu awak lainnya lebih dahulu ditemukan oleh KM Mustika Bahari,” ujar Danlanal Timika.

Begitu menerima laporan, Lanal Timika segera mengerahkan personel serta tim medis untuk memberikan pertolongan pertama dan memastikan kondisi para korban stabil. Seluruh awak yang berhasil diselamatkan kemudian dibawa ke Klinik BP Lanal Timika guna menjalani pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut.

Langkah cepat ini, menurut Danlanal Timika, merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam menjamin keselamatan pelayaran dan melindungi masyarakat maritim, khususnya di wilayah perairan rawan cuaca ekstrem.

“TNI Angkatan Laut, khususnya Lanal Timika, akan terus hadir dengan langkah yang cepat, terukur, dan mengutamakan keselamatan jiwa. Ini adalah tanggung jawab kami dalam menjaga keamanan dan keselamatan di perairan Indonesia,” tegasnya.

Data sementara yang dihimpun Lanal Timika menyebutkan awak KM Putra Kuantan yang terdampak musibah antara lain Basyir (50) selaku nahkoda, Aldiansyah (30), Edison (45), Firmandus Zalukhu (28), Surahman Zutte (48), Abd Azis (51), Andi Saputera (47), Suleman (41), Eko Saputera (29), Asbar (33), Rizkoni (40), Sukardi (55), dan Suriadi (47). Jumlah dan kondisi awak kapal lainnya masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko pelayaran di tengah cuaca ekstrem. Koordinasi cepat antarunsur di lapangan dinilai menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa para pelaut yang menghadapi situasi darurat di laut lepas. (edwns***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *