WAJO, Bharindo.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, tengah melakukan perhitungan dan evaluasi terhadap biaya operasional pengangkutan sampah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan biaya operasional dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Kepala DLH Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B., S.T., M.M., mengatakan evaluasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga kelancaran pelayanan pengangkutan sampah di berbagai lokasi, termasuk kawasan pasar.
“Untuk sementara, kami masih menghitung kebutuhan biaya operasional pengangkutan sampah. Apabila nantinya biaya yang tersedia tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan operasional, maka akan ada penyesuaian terhadap pelayanan pengangkutan sampah di sejumlah lokasi pasar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kemungkinan penyesuaian pelayanan tersebut akan mempertimbangkan hasil evaluasi kebutuhan operasional dan ketersediaan anggaran. Dengan demikian, mekanisme pelayanan pengangkutan sampah ke depan akan ditentukan berdasarkan hasil perhitungan yang sedang dilakukan.
Apabila penyesuaian tersebut diberlakukan, pihak pengelola pasar diharapkan dapat mengambil peran lebih aktif dalam pengelolaan sampah yang dihasilkan di kawasan pasar. Salah satu opsi yang disampaikan adalah pengangkutan sampah secara mandiri ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dengan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Andi Fakhrul, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat. Kerja sama seluruh pihak dinilai penting untuk mencegah penumpukan sampah yang dapat mengganggu kebersihan serta kesehatan lingkungan.
“Kami berharap pihak pengelola pasar dapat memahami kondisi ini dan ikut mengambil tanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Kebersihan pasar merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan kerja sama agar lingkungan pasar tetap bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
DLH Kabupaten Wajo berharap hasil evaluasi biaya operasional tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pelayanan pengangkutan sampah ke depan. Upaya tersebut diharapkan tetap mendukung pengelolaan sampah yang tertib, efektif, dan berkelanjutan.
Sembari menunggu hasil evaluasi, keterlibatan pengelola pasar dan seluruh pihak terkait diharapkan terus ditingkatkan agar kebersihan kawasan pasar tetap terjaga dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan bagi masyarakat.
(TIMs***)
TEBING TINGGI, bharindo.co.id — Upaya mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar terus diperkuat…
Sanggau , bharindo.co.id - Kodim 1204/Sanggau turut menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Kapuas 2026…
PAMEKASAN, bharindo.co.id - Polres Pamekasan secara resmi menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Patuh…
WONOSOBO, bharindo.co.id — Polres Wonosobo menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2026 di halaman…
KETAPANG, bharindo.co.id – Dalam upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban…
GARUT, bharindo.co.id — Peredaran minuman keras (miras) tanpa izin kembali menjadi perhatian jajaran Polres Garut.…