Categories: Gorontalo

DPRD Seriusi Aspirasi Mahasiswa Lawan Premanisme Berujung RDP Khusus

Bharindo Gorontalo,- Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Melawan, Selasa, 20/5/2025 menggugah perhatian serius DPRD Provinsi Gorontalo. Mahasiswa menyuarakan kedaruratan tindakan premanisme yang menyasar aktivis dan pegiat demokrasi, serta mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk tidak tinggal diam atas maraknya intimidasi terhadap Aktivis dan warga sipil yang bersuara.

Sebagai respons cepat, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) khusus di Ruang Dulohupa. Rapat ini bertujuan menelusuri akar persoalan serta mendorong langkah penyelesaian komprehensif terhadap fenomena premanisme yang dianggap telah mengancam kebebasan berekspresi dan keamanan masyarakat sipil.

Pantauan Bharindo.co.id RDP dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Fadli Poha, dan dihadiri unsur pimpinan serta anggota DPRD, antara lain Wakil Ketua DPRD Ridwan Monoarfa, La Ode Haimudin, Wakil Ketua Komisi I Sitti Nurayin Sompie, Yeyen S. Sidiki, Umar Karim, Ekwan Ahmad, dan Ramdhan Liputo.

Untuk memperkaya perspektif dan menciptakan sinergi lintas sektor, forum ini turut menghadirkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang menangani keamanan dan ketertiban sosial kemasyarakatan, yaitu Polda Gorontalo, Danrem Gorontalo, Kabinda Gorontalo, Kesbangpol, dan Satpol PP. Di hadapan mereka, Aliansi Mahasiswa Melawan tampil sebagai pihak pengadu, membeberkan kronologi, data lapangan, serta tuntutan agar negara bertindak nyata dan terukur dalam membasmi praktik premanisme yang diduga terorganisir.

Di akhir rapat, DPRD Provinsi Gorontalo menyatakan komitmennya untuk tidak tinggal diam. Ketua Komisi I, Fadli Poha, menyampaikan bahwa RDP ini bagian dari langkah nyata untuk menindaklanjuti kegelisahan masyarakat.

“Kami tidak akan membiarkan persoalan ini mengendap. Komisi I akan merumuskan rekomendasi tegas kepada pemerintah, Polri, dan TNI. Kami juga mendorong dibentuknya Satgas Terpadu Anti-Premanisme yang melibatkan seluruh unsur Forkopimda,” tegas Fadli Poha.

Lebih lanjut, DPRD meminta jaminan perlindungan terhadap korban dan para aktivis yang menjadi sasaran tindakan kekerasan, sebagai bagian dari komitmen lembaga terhadap penegakan hak berpendapat dalam sistem demokrasi.

“Aktivis dan masyarakat yang bersuara tidak boleh dibiarkan dalam ketakutan. Ini soal keberanian negara hadir untuk melindungi rakyatnya,” tambah Fadli.

RDP ini menjadi penanda awal bahwa perlawanan terhadap premanisme bukan hanya tugas aparat, tapi juga tanggung jawab moral dan politik seluruh pemangku kepentingan. (nnts***)

adminbharindo

Recent Posts

Penguatan Budaya Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Usia Sekolah melalui Program Polantas Karib

MAMUJU, bharindo.co.id — Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Ditlantas Polda Sulbar) terus memperkuat…

1 hari ago

Sat Lantas Polres Mamasa Intensifkan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

MAMASA, bharindo.co.id — Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Mamasa, Sulawesi Barat, terus mengintensifkan upaya…

1 hari ago

Hari Ketiga Audit Irwasum Polri, Kapolda Sulbar Tekankan Profesionalisme dan Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran

SULAWESI BARAT,  bharindo.co.id — Memasuki hari ketiga pelaksanaan Pendalaman Audit Itwasum Polri Tahap II Tahun…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pengeroyokan di Pasangkayu, Satu Terduga Pelaku Diamankan Polres

PASANGKAYU, bharindo.co.id — Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Pasangkayu mengamankan satu orang terduga pelaku dalam…

1 hari ago

HUT TNI Angkatan Laut, Kapolda Sulbar Tegaskan Komitmen Memperkuat Sinergi TNI-Polri dan Pengabdian kepada Masyarakat

Sulawesi Barat, bharindo.co.id  – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Angkatan Laut, Kapolda…

1 hari ago

Petani Panen Jagung, Polisi Ikut Turun ke Kebun! Bhabinkamtibmas Mamasa Kawal Ketahanan Pangan

MAMASA, bharindo.co.id — Pagi itu, suasana kebun jagung di Dusun Rantepongko, Desa Tondokbakaru, Kabupaten Mamasa,…

1 hari ago