Bharindo Goronralo. Anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang merupakan srikandi dari Fraksi Persatuan Pembangunan (PPP), dr. Sri Dasrianti Tuna, menyuarakan dua gagasan strategis dalam upaya peningkatan layanan kesehatan dan pengelolaan lingkungan hidup di Gorontalo. Kedua gagasan itu disampaikannya dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa siang 8 Juli 2025, saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi PPP terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Gorontalo Tahun 2025–2029.
Di hadapan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syaidah Rusli Habibie. dr. Sri Dasrianti atau yang akrab disapa dr. Yanti menegaskan pentingnya pembangunan rumah singgah bagi keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo. Beliau menyoroti bahwa sebagai pusat layanan kesehatan, dua wilayah ini kerap menjadi tujuan utama pasien dari daerah terluar dan jauh.
“Banyak keluarga pasien datang dari daerah-daerah jauh tanpa tempat singgah dan ditambah lagi dengan tidak memiliki kerabat saudara untuk ditumpangkan selama dalam mendampingi pasien. Keberadaan rumah singgah yang dikelola oleh pemerintah provinsi akan menjadi bentuk kepedulian sekaligus solusi konkret dalam mengurangi beban psikologis dan ekonomi keluarga pasien,” ungkap dr. Yanti dari podium sidang.”
Selain itu, dr. Yanti juga menekankan urgensi percepatan operasional fasilitas insinerator limbah medis yang saat ini dalam tahap persiapan. Menurutnya, Gorontalo menjadi salah satu daerah yang memiliki fasilitas pemusnahan limbah medis modern, yang tidak hanya berdampak positif bagi kesehatan lingkungan tetapi juga berpotensi menjadi sumber penerimaan daerah.
“Kami mendesak Pemerintah Provinsi untuk menunjukkan komitmen yang kuat dalam menyelesaikan aspek regulasi, teknis, dan operasional dari fasilitas insinerator ini. Ini adalah kebutuhan mendesak, mengingat tingginya volume limbah medis dan potensi fiskal yang bisa dihasilkan,” lanjutnya.
Dua gagasan tersebut menjadi bagian penting dari keseluruhan sikap Fraksi PPP terhadap arah pembangunan lima tahun ke depan di Provinsi Gorontalo. Fraksi ini menilai bahwa sektor kesehatan dan lingkungan hidup harus menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.
Paripurna ke-29 tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Idrus M. Thomas Mopili, dan dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan serta anggota dewan, Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo serta pimpinan OPD termasuk jajaran Pimpinan Forkopimda Provinsi Gorontalo. Pandangan umum fraksi-fraksi menjadi bagian penting dalam penyusunan RPJMD sebagai dokumen perencanaan strategis daerah jangka menengah daerah. (nnts***)
