DVI Polri: 161 Korban Bencana Sumbar Berhasil Diidentifikasi, 32 Masih Belum Teridentifikasi
bharindo.co.id Jakarta,— Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri merilis perkembangan terbaru penanganan korban bencana alam di Provinsi Sumatera Barat, Rabu (3/12/2025). Dalam konferensi pers yang digelar siang hari, perwakilan Posko Terpadu menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menelan ratusan korban jiwa tersebut.
Per pukul 09.00 WIB, tercatat total 193 korban. Dari jumlah itu, 161 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara 32 jenazah masih belum diketahui identitasnya. Selain itu, 216 orang dilaporkan masih hilang.
“Data ini akan kembali kami perbarui pada pukul 20.00 malam,” ujar perwakilan Posko Terpadu.
Proses identifikasi hari ini turut diawasi langsung oleh Kabid DVI Pusdokkes Polri dan Kabid Dokkes Polda Sumbar. Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol. dr. Wahyu Idayati, memimpin proses di lapangan dibantu 15 personel DVI.
Wahyu menjelaskan bahwa kondisi jenazah yang sudah lebih dari satu minggu menyulitkan identifikasi visual. “Sebagian besar korban diduga terbawa arus sehingga pakaian maupun identitas visual tidak lagi melekat. Kondisi jenazah tidak segar, sehingga identifikasi visual sangat sulit dan membuat proses berjalan lebih lambat,” tuturnya.
Dengan kondisi tersebut, tim kini lebih mengandalkan pemeriksaan DNA sebagai metode utama identifikasi. Sampel DNA dari jenazah dan keluarga korban telah mulai dikumpulkan untuk dicocokkan di laboratorium DVI di Jakarta.
“Waktu pemeriksaan DNA sangat bergantung pada kondisi sampel, bisa tiga hari hingga dua minggu. Semakin rusak kondisi jenazah, semakin menurun kualitas DNA yang kami peroleh,” jelas Wahyu.
Tingginya jumlah masyarakat yang datang mencari informasi keluarga juga menjadi perhatian tim. Setiap hari, sekitar 800 warga mendatangi Posko DVI untuk menyerahkan data antemortem. Pusdokkes Polri turut menurunkan personel tambahan untuk memperlancar pelayanan.
Masyarakat dapat memberikan data keluarga melalui Posko DVI di RS Bhayangkara, layanan kepolisian 110, maupun 10 posko resmi yang tersebar di Kota Padang.
Di sisi lain, fasilitas penyimpanan jenazah terus diperkuat. DVI menambah satu unit kontainer pendingin di Polres Agam dan satu unit lainnya di RS Bhayangkara. Penambahan fasilitas akan dilakukan apabila jumlah korban terus meningkat.
“Hari ini ada tambahan satu jenazah yang berhasil diidentifikasi dari daerah Agam. Saat ini masih tersisa 32 jenazah yang belum teridentifikasi,” ujarnya.
Tim DVI menegaskan komitmen untuk mempercepat proses identifikasi demi memberikan kepastian kepada keluarga korban sehingga proses pemakaman dapat segera dilaksanakan dengan layak. (hnds***)
