Agustus 11, 2026
WhatsApp Image 2026-08-09 at 22.44.58

WONOSOBO, Bharindo.co.id – Kesabaran warga Desa Medono, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, akhirnya mencapai batas. Setelah menunggu hampir empat tahun tanpa perbaikan berarti dari pemerintah, masyarakat memilih bergerak sendiri. Dengan dana hasil patungan warga dan para sopir angkutan, mereka bergotong royong mengecor ruas jalan alternatif yang menghubungkan Kaliwiro dengan Wadaslintang.

Aksi swadaya yang dilakukan sejak beberapa hari terakhir itu menjadi potret nyata kepedulian masyarakat terhadap infrastruktur yang selama ini dinilai luput dari perhatian pemerintah daerah. Jalan alternatif tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas warga sekaligus jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Menurut warga, kerusakan jalan bermula beberapa tahun lalu ketika badan jalan mengalami ambles sedalam hampir 30 sentimeter dengan panjang sekitar 100 meter. Saat itu, penanganan yang dilakukan hanya sebatas penambalan tanpa pekerjaan konstruksi yang memadai. Akibatnya, kerusakan kembali muncul dan terus memburuk hingga sekarang.

Selama bertahun-tahun, warga mengaku tidak melihat adanya langkah konkret dari dinas terkait untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Kondisi itu membuat pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan hasil bumi, terpaksa mencari jalur lain yang lebih jauh.

“Kalau saya bawa muatan kayu atau ketela ke Wonosobo, lebih baik lewat Wadaslintang meski harus memutar hampir 20 kilometer. Kalau lewat Jalan Medono, sudah beberapa kali per mobil putus,” ungkap Kasno, sopir truk yang rutin melintasi kawasan tersebut.

Merasa tidak bisa terus menunggu, warga Desa Medono bersama para sopir angkutan pribadi maupun umum akhirnya menggalang dana secara swadaya untuk membeli material dan melakukan pengecoran jalan.

Salah seorang warga, Sukaryo, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan tanpa bantuan anggaran pemerintah.

“Kegiatan ini murni hasil sumbangan warga sekitar, warga Desa Medono, dan para sopir kendaraan angkutan maupun pribadi. Hal ini dilakukan karena tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun dinas yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses pengecoran berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan masyarakat secara gotong royong.

Warga mengaku kecewa karena selama ini berbagai harapan agar jalan tersebut diperbaiki belum juga mendapat respons nyata. Padahal, menurut mereka, ruas tersebut merupakan jalan alternatif Kabupaten Wonosobo yang memiliki peran penting sebagai jalur penghubung sekaligus urat nadi perekonomian masyarakat.

Melalui aksi swadaya ini, warga berharap Pemerintah Kabupaten Wonosobo segera turun tangan melakukan perbaikan permanen dan tidak membiarkan masyarakat terus menanggung beban pembangunan infrastruktur yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Kami tidak ingin hanya didengar saat ada keluhan. Jalan ini adalah akses ekonomi masyarakat. Sudah seharusnya pemerintah hadir sebelum warga terpaksa membangun sendiri,” ujar salah seorang warga di lokasi kegiatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur bukan sekadar soal jalan yang mulus, melainkan menyangkut keselamatan pengguna jalan, kelancaran distribusi hasil bumi, serta keberlangsungan roda perekonomian masyarakat pedesaan. (bdys***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *