Bharindo Purbalingga – Forum Purbalingga Bersatu menggelar rapat lanjutan untuk mematangkan persiapan aksi damai yang akan digelar pada Senin, 29 September 2025. Aksi tersebut rencananya melibatkan ribuan massa dari berbagai elemen lembaga dan pemerhati pendidikan di Purbalingga.
Massa akan berkumpul di GOR Goentoer Darjono sejak pukul 08.00 WIB, lalu bergerak menuju Pendopo Kabupaten Purbalingga. Menurut keterangan Ari Ananta, selaku Koordinator Lapangan, aksi ini akan dilakukan secara damai, tertib, dan tetap mengacu pada aturan penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam undang-undang.
“Kami satu komando, aksi ini murni untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Tidak ada ruang untuk provokasi. Semua akan berjalan damai,” tegas Ari.
Isu utama yang akan disuarakan dalam aksi tersebut adalah penolakan kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB/P2) yang dinilai semakin memberatkan masyarakat kecil. Selain itu, mereka juga menyoroti praktik dugaan pungutan liar (pungli) di sektor pendidikan Purbalingga yang diduga kerap dibungkus dengan berbagai alasan.
Ari menambahkan bahwa aksi ini juga sekaligus untuk menagih janji politik Bupati Purbalingga yang sudah setahun menjabat namun dinilai belum menunjukkan gebrakan nyata.
“Janji politik bupati selama ini hanya sebatas slogan. ‘Alus dalane kepenak ngomonge’ ternyata hanya omon-omon, sementara rakyat makin terjepit,” pungkasnya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Forum Purbalingga Bersatu menegaskan bahwa aksi 29 September nanti akan menjadi momentum penting dalam menyuarakan aspirasi rakyat demi kebijakan yang lebih pro-masyarakat. (rswnts***)
