Categories: Gorontalo

Gaspol Jelang Tenggat Waktu: Pansus LKPJ Efektifkan Kinerja Tim

Bharindo Gorontalo,- Menjelang batas waktu penyampaian rekomendasi, Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Gorontalo Tahun 2024 terus menggenjot agenda kerja. Dalam dua pekan terakhir, intensitas kegiatan Pansus meningkat signifikan, mulai dari tinjauan lapangan hingga rapat-rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.

Senin (14/4/2025), Pansus kembali menggelar rapat kerja yang menghadirkan sejumlah OPD strategis, yakni Bappeda Provinsi Gorontalo, Badan Keuangan Daerah, Dinas PUPR dan PKP, serta Inspektorat Provinsi. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Yeyen S. Sidiki, SE, SH, MH.

Evaluasi Komposisi TAPD dan Pergeseran Anggaran

Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Pansus, Umar Karim, S.IP, menyoroti jumlah personel dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang tidak dibatasi. Ia merujuk pada Permendagri Nomor 77 Tahun 2022 yang mengatur bahwa TAPD idealnya beranggotakan tujuh orang. Namun, kondisi di Gorontalo dari data yang ada jumlah anggota TAPD mencapai 35 orang.

“Kondisi ini tentu berimplikasi pada beban pembiayaan operasional tim. Perlu ada kajian kembali dari Badan Keuangan untuk tahun-tahun berikutnya,” tegas Umar.

Ia juga mempertanyakan pergeseran anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) dari Rp41 miliar dalam APBD Induk 2024 menjadi hanya Rp5 miliar, meskipun belum memasuki masa pembahasan APBD Perubahan. Umar berharap agar ke depan, koordinasi antara pemerintah daerah dan DPRD dapat diperkuat dalam hal kebijakan anggaran.

Pertanyaan Soal Kawasan Kumuh

Anggota Pansus, Wayan Sudiarta, SE, turut menyoroti mekanisme penetapan wilayah kumuh. Ia mempertanyakan indikator dan prosedur teknis yang digunakan, karena dinilai tidak selaras dengan kondisi nyata di lapangan.

“Kami melihat adanya ketidaksesuaian. Wilayah yang secara kasat mata terlihat kumuh, justru tidak masuk kategori kawasan kumuh, dan sebaliknya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Dinas PUPR dan PKP menjelaskan bahwa penetapan kawasan kumuh merupakan kewenangan kabupaten/kota. Pemerintah provinsi hanya berperan dalam memberikan dukungan kajian dan intervensi program penataan kawasan. Penetapan kawasan kumuh sendiri mengacu pada tujuh indikator, termasuk akses terhadap fasilitas dasar masyarakat.

OPD Baru Masih Terkendala Prosedur

Ketua Pansus, Yeyen Sidiki, juga mempertanyakan perkembangan rencana pembentukan Dinas Pendapatan dan Aset Daerah (Dispenda). Kepala Badan Keuangan menjelaskan bahwa proses tersebut masih berjalan, namun terkendala oleh ketentuan teknis, seperti pemenuhan indikator pembentukan OPD baru. Saat ini, kajian terhadap persyaratan tersebut sedang dilakukan oleh Biro Organisasi Setda Provinsi.

Rapat kemudian diskors oleh pimpinan dan dijadwalkan akan dilanjutkan pada hari ini, Selasa (15/4/2025), dengan agenda lanjutan mendengarkan masukan dan evaluasi terhadap LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2024. (nnts**)

adminbharindo

Recent Posts

Penguatan Budaya Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Usia Sekolah melalui Program Polantas Karib

MAMUJU, bharindo.co.id — Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Ditlantas Polda Sulbar) terus memperkuat…

2 hari ago

Sat Lantas Polres Mamasa Intensifkan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

MAMASA, bharindo.co.id — Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Mamasa, Sulawesi Barat, terus mengintensifkan upaya…

2 hari ago

Hari Ketiga Audit Irwasum Polri, Kapolda Sulbar Tekankan Profesionalisme dan Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran

SULAWESI BARAT,  bharindo.co.id — Memasuki hari ketiga pelaksanaan Pendalaman Audit Itwasum Polri Tahap II Tahun…

2 hari ago

Kasus Dugaan Pengeroyokan di Pasangkayu, Satu Terduga Pelaku Diamankan Polres

PASANGKAYU, bharindo.co.id — Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Pasangkayu mengamankan satu orang terduga pelaku dalam…

2 hari ago

HUT TNI Angkatan Laut, Kapolda Sulbar Tegaskan Komitmen Memperkuat Sinergi TNI-Polri dan Pengabdian kepada Masyarakat

Sulawesi Barat, bharindo.co.id  – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Angkatan Laut, Kapolda…

2 hari ago

Petani Panen Jagung, Polisi Ikut Turun ke Kebun! Bhabinkamtibmas Mamasa Kawal Ketahanan Pangan

MAMASA, bharindo.co.id — Pagi itu, suasana kebun jagung di Dusun Rantepongko, Desa Tondokbakaru, Kabupaten Mamasa,…

2 hari ago