Februari 14, 2026
WhatsApp Image 2026-02-12 at 21.26.02

bharindo.co.id Bone, Sulsel,— Semangat peningkatan kualitas pendidikan kembali digaungkan melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Bertempat di Aula Kantor K3S Kecamatan Bontocani, kegiatan semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 ini digelar pada Rabu (11/2/2026) dengan melibatkan guru-guru dari berbagai sekolah dasar anggota gugus.

Sekolah yang turut ambil bagian antara lain SD Inpres 10/73 Kahu, SD Inpres 12/79 Kahu, SD 291 Kahu, SD Inpres 6/80 Pammusureng, SD Inpres 5/81 Bana, SD Inpres 12/79 Bana, SD Negeri 296 Bana, serta SD Negeri 292 Pammusureng. Kehadiran para pendidik ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat mutu pembelajaran di tingkat dasar.

Ketua KKG Gugus 1, Rosnawati, S.Pd.I, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi profesional guru dan tenaga kependidikan sekaligus memperkuat koordinasi serta kolaborasi antar sekolah.

“Kegiatan ini kita fokuskan pada kelas tinggi, yaitu kelas IV, V, dan VI, karena menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA). Jadilah guru hebat yang terus meningkatkan kualitas diri,” ujarnya penuh semangat.

Adapun program kerja yang disepakati bersama meliputi penyusunan perangkat ajar, pengelolaan kinerja guru (PKG), penyusunan soal sumatif akhir semester, pelatihan koding, serta pelatihan pengelolaan kelas.

Dukungan juga datang dari Ketua K3S Kecamatan Bontocani, Muhammad Saleh, S.Pd, yang menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap kerja sama yang terjalin dapat terus diperkuat demi kemajuan pendidikan di wilayah itu.

Sementara itu, Pengawas SD Kabupaten Bone, Baharuddin, S.Pd, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan KKG dan mendorong para guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta inovasi pembelajaran.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa para guru di Bontocani tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga terus bertransformasi — membangun kompetensi, kolaborasi, dan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan masa depan. (andis***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *