Categories: POLDA METRO JAYA

Janji Resepsi Berubah Petaka Korban WO Ayu Puspita Terus Bertambah, Kerugian Tembus Puluhan Miliar

bharindo.co.id Jakarta,-  Mimpi indah menuju hari pernikahan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan pasangan calon pengantin. Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita kian membesar. Kepolisian mengungkap jumlah korban terus bertambah, dengan total kerugian yang kini menembus angka puluhan miliar rupiah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyatakan hingga pertengahan Januari 2026 ratusan korban telah melapor secara resmi maupun menyampaikan pengaduan. Data sementara menunjukkan perkara ini berkembang menjadi salah satu kasus penipuan jasa pernikahan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

“Berdasarkan rekap data laporan per Senin, 12 Januari 2026, penyidik telah menerima 24 laporan polisi terkait dugaan penipuan Wedding Organizer AP,” ujar Budi dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Tak hanya laporan resmi, ratusan aduan masyarakat juga membanjiri posko pengaduan yang dibuka Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama jajaran. Banyak korban mengaku baru menyadari telah tertipu setelah pihak WO menghilang atau gagal memenuhi seluruh rangkaian layanan yang telah dibayar lunas.

Dari hasil pendataan awal, nilai kerugian yang dialami para korban terbilang fantastis. Kepolisian mencatat total kerugian sementara mencapai Rp18,4 miliar, dengan potensi angka tersebut masih terus bertambah seiring proses verifikasi dan pendalaman kasus.

“Total kerugian yang dilaporkan saat ini mencapai Rp18.443.155.435. Angka ini belum final dan masih berpotensi meningkat,” kata Budi.

Dalam perkara ini, tersangka berinisial AP telah ditahan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Proses penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap aliran dana, modus operandi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Kasus WO Ayu Puspita menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih jasa penyelenggara pernikahan. Di sisi lain, aparat penegak hukum didesak untuk menuntaskan perkara ini secara transparan, mengingat besarnya kerugian dan dampak psikologis yang dialami para korban yang gagal mewujudkan momen sakral dalam hidup mereka. (hnds***)

adminbharindo

Recent Posts

Prabowo ‘Warning’ Kabinet di DPR! Kepala BNN RI dan Menteri Merah Putih Siap Kawal Masa Depan Indonesia

Jakarta, bharindo.co.id — Suyudi Ario Seto bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih menghadiri Sidang Paripurna…

8 menit ago

BeritaKodim 0707/Wonosobo Gelar Latihan Aplikasi Sistem Blok Penanggulangan Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor

Wonosobo, bharindo.co.id – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, Kodim 0707/Wonosobo melaksanakan Latihan Aplikasi…

34 menit ago

Satresnarkoba Polres Wonosobo Tangkap Pengguna Sabu di Kec. Kalikajar

Wonosobo, bharindo.co.id - Satresnarkoba Polres Wonosobo kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah…

39 menit ago

Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi Ringkus Lima Pemilik Sabu di Kelurahan Mentos

Tebing Tinggi, bharindo.co.id - Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana…

43 menit ago

Dugaan Pungutan Berkedok “Sumbangan Sukarela” di SMA Negeri 1 Gurah Jadi Sorotan, Wali Murid Pertanyakan Transparansi dan Dasar Hukum

KEDIRI, bharindo.co.id — Dugaan praktik pungutan berkedok “sumbangan sukarela” di SMA Negeri 1 Gurah, Kabupaten…

46 menit ago

Bos Narkoba Buronan Bareskrim Nekat Oplas Wajah demi Kabur! Kini Ganti Kewarganegaraan dan Bersembunyi di Malaysia

Jakarta, bharindo.co.id — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus memburu sosok buronan kelas kakap…

19 jam ago