Mei 12, 2026
img-20260504-wa0052-e1777887913368_96786

YAHUKIMO, bharindo.co.id  — Penegakan hukum terhadap jaringan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua terus digencarkan. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo mengintensifkan penyidikan untuk mengungkap keterlibatan pelaku dalam jaringan KKB Kodap XVI Yahukimo, khususnya Batalyon Yamue.

Pendalaman dilakukan pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIT, dipimpin IPTU Muhammad Mirwan. Penyidik memeriksa dua orang yang sebelumnya diamankan, yakni YH (25) dan MS alias BS alias MS (23).

Dari hasil pemeriksaan, YH mengaku tidak tergabung sebagai anggota aktif KKB, namun sempat membantu pengiriman logistik kepada salah satu anggota berinisial AH. Keterangan tersebut masih terus didalami untuk memastikan tingkat keterlibatannya.

Sementara itu, MS diduga kuat merupakan bagian dari jaringan KKB. Ia mengaku telah bergabung sejak akhir 2024 dan aktif dalam berbagai kegiatan kelompok di wilayah Yahukimo.

Fakta ini diperkuat oleh keterangan saksi serta pelaku lain yang telah lebih dulu diproses hukum. MS bahkan diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap seorang pendulang emas berinisial SH yang terjadi pada 7 April 2025.

Berdasarkan alat bukti dan hasil gelar perkara, penyidik resmi menetapkan MS sebagai tersangka dengan jeratan pasal berlapis, yang mengancam hukuman berat hingga pidana mati atau penjara seumur hidup.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa proses hukum dilakukan secara profesional dan berbasis bukti kuat.

“Setiap penyidikan dilakukan secara terukur untuk memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Selain itu, aparat juga tengah menyiapkan penerbitan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa seluruh pelaku akan diproses tanpa pandang bulu.

“Setiap individu yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ini komitmen kami untuk menjaga keamanan,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi, Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pengembangan kasus akan terus dilakukan untuk membongkar jaringan secara menyeluruh.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan penegakan hukum berjalan konsisten, transparan, dan berkelanjutan demi menjaga stabilitas keamanan di Yahukimo dan wilayah Papua secara umum. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *