Categories: MAMUJU

Jembatan Timbang Beru-Beru Disorot, Minim Edukasi Hukum dan Dinilai Berdampak Sosial

bharindo.co.id Mamuju Selasa 20 Januari 2026 — Pengelolaan Jembatan Timbang Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, di jalan poros Mamuju–Topoyo, menjadi sorotan publik bukan hanya dari aspek penertiban lalu lintas, tetapi juga dari sisi pendidikan hukum dan dampak sosial bagi masyarakat, khususnya para sopir angkutan barang.

Sejumlah sopir mengeluhkan penahanan kendaraan bermuatan lebih yang dilakukan dalam waktu tidak menentu, tanpa kejelasan aturan tertulis (17 Januari 2026). Kondisi ini dinilai tidak memberikan edukasi hukum yang baik, baik kepada sopir maupun masyarakat pengguna jalan. Padahal, jembatan timbang seharusnya menjadi sarana pembinaan dan pembelajaran tertib berlalu lintas angkutan barang, bukan sekadar tempat penindakan.

Saat dikonfirmasi di lokasi, pengelola jembatan timbang memberikan klarifikasi bahwa penundaan keberangkatan kendaraan bermuatan lebih dilakukan sebagai kebijakan lapangan. Jika kelebihan muatan dinilai tidak terlalu besar, sopir dikenakan sanksi yang disesuaikan sebagai bentuk efek jera. Tindakan ini kadang mengganggu pengguna jalan, karena banyaknya kendaraan tertumpuk kingga mengganggu pengguna jalan. Namun ketika ditanya dasar regulasi tertulis atas kebijakan tersebut, pihak pengelola tidak dapat menunjukkan aturan yang menjadi rujukan.

Praktik ini dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan hukum di tengah masyarakat. Tanpa penjelasan regulasi yang jelas, sopir tidak mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai hak dan kewajiban mereka, sehingga fungsi jembatan timbang sebagai media pendidikan hukum transportasi menjadi tidak optimal.

Dari sisi sosial, para sopir mengaku kerap berada dalam posisi lemah. Mereka bergantung pada kelancaran perjalanan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Penahanan kendaraan tanpa kejelasan waktu dan mekanisme sanksi menimbulkan tekanan psikologis serta berdampak langsung pada penghasilan harian.

“Masyarakat tidak menolak aturan, tapi kami ingin aturan itu jelas dan disampaikan dengan baik. Kalau ada pelanggaran, jelaskan dasar hukumnya, bukan hanya kebijakan di lapangan,” ujar salah seorang sopir.
Rusli aktifis menilai, penegakan aturan tanpa disertai pendekatan edukatif berpotensi memperlebar jarak antara aparat dan masyarakat. Padahal, tujuan utama pengawasan jembatan timbang adalah menciptakan keselamatan, keadilan, serta kesadaran bersama dalam menjaga infrastruktur jalan.

Masyarakat berharap instansi terkait menjadikan jembatan timbang sebagai ruang edukasi publik, dengan menyediakan informasi regulasi secara terbuka, mekanisme sanksi yang jelas, serta pelayanan yang humanis. Dengan demikian, penertiban kendaraan tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga membangun budaya hukum dan keadilan sosial di tengah masyarakat. (hwps***)

adminbharindo

Share
Published by
adminbharindo

Recent Posts

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Muara Jawa Panen Jagung Bersama Petani di Muara Kembang

KUKAR, bharindo.co.id - Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Polsek Muara Jawa melaksanakan…

4 menit ago

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Gelar Bakti Kesehatan Massal, Ribuan Warga Antusias Ikut Berpartisipasi

PEKANBARU, bharindo.co.id - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Riau menggelar kegiatan…

8 menit ago

Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026 Polres Tuban Menggelar Kegiatan Bhakti Sosial Cek Kesehatan Gratis

TUBAN, bharindo.co.id - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polres Tuban melalui Si…

5 jam ago

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Layani 2.500 Warga Gratis di RS Bhayangkara Jombang

Jombang, bharindo.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jawa Timur menggelar puncak kegiatan…

5 jam ago

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri Gelar Latihan Terjun Intesif di Kertajati

MAJALENGKA, bharindo.co.id – Dalam rangka mempersiapkan rangkaian puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik…

14 jam ago

Hadiri Rakernas KSPI 2026, Wakapolri Tegaskan Komitmen Polri Kawal Hak dan Kesejahteraan Buruh

JAKARTA, bharindo.co.id – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi…

14 jam ago