Agustus 29, 2026
WhatsApp Image 2026-08-29 at 13.42.58

Mamuju, bharindo.co.id — Kapolda Sulawesi Barat menegaskan bahwa tugas personel lalu lintas memiliki dimensi pelayanan publik yang lebih luas daripada sekadar mengatur arus kendaraan di jalan raya. Setiap kehadiran personel Kepolisian di lapangan merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan, kelancaran mobilitas, serta harapan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Pesan tersebut disampaikan Kapolda Sulawesi Barat saat memimpin apel bersama Sabuk Kamtibmas Lalu Lintas Polda Sulbar, Sabtu (29/8/2026). Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya membangun perspektif bahwa setiap perjalanan masyarakat memiliki tujuan dan nilai yang harus dihormati serta dilindungi.

Menurut Kapolda, masyarakat yang berada di jalan raya tidak sekadar melakukan perjalanan, tetapi membawa berbagai kepentingan dan harapan. Anak-anak berangkat ke sekolah untuk menuntut ilmu, masyarakat menuju tempat kerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara sebagian lainnya melakukan perjalanan untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan orang-orang yang mereka cintai.

“Anak-anak berangkat sekolah untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Ada masyarakat yang bekerja untuk mencari rezeki dan pulang kepada keluarganya. Ada pula yang melakukan perjalanan untuk menjalin silaturahmi dengan orang-orang yang dicintai. Lalu lintas itu adalah harapan,” ujar Kapolda.

Dalam konteks tersebut, Kapolda menilai personel lalu lintas memiliki posisi strategis dalam menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Setiap tindakan anggota di lapangan, baik dalam pengaturan, pelayanan maupun penegakan hukum, diharapkan senantiasa mengedepankan pendekatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada keselamatan.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar memahami konsekuensi sosial dari setiap kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, kecelakaan tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi dapat mengubah kehidupan seseorang dan keluarganya dalam sekejap.

“Jagalah harapan mereka. Ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, satu harapan bisa pupus, satu harapan hilang, dan satu senyuman dapat berubah menjadi tangisan,” tegasnya.

Karena itu, Kapolda mendorong seluruh jajaran lalu lintas untuk terus meningkatkan kepedulian, integritas, keteladanan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Profesionalisme personel lalu lintas, menurutnya, harus tercermin melalui kemampuan menjalankan tugas secara disiplin sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi setiap pengguna jalan.

Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa menjaga keselamatan masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai kemanusiaan sekaligus nilai spiritual.

“Setiap kali kita menjaga harapan masyarakat di jalan raya, insyaallah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan pahala yang besar dan mulia,” tuturnya.

Kegiatan Sabuk Kamtibmas Lalu Lintas tersebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas dan kebersamaan personel sekaligus menyatukan persepsi mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polda Sulbar dalam membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan edukatif, preventif, dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Melalui penguatan peran personel lalu lintas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Polda Sulbar berkomitmen menghadirkan pelayanan lalu lintas yang semakin responsif dan profesional, sekaligus memastikan setiap perjalanan masyarakat dapat berlangsung secara aman, tertib, dan selamat. (hws***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *