Categories: Nasional

Kemnaker Dorong Penguatan Budaya K3 untuk Tekan Kecelakaan Kerja dan Tingkatkan Daya Saing Industri

JAKARTA, bharindo.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong peningkatan kematangan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai langkah strategis dalam menekan angka kecelakaan kerja sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa pembangunan ketenagakerjaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas dan daya saing industri, tetapi juga harus menjamin perlindungan bagi setiap pekerja agar dapat bekerja secara aman, sehat, dan bermartabat.

“Pembangunan ketenagakerjaan tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri, tetapi juga memastikan setiap pekerja memperoleh perlindungan dan dapat bekerja secara aman, sehat, dan bermartabat. Karena itu, K3 harus menjadi fondasi utama keberlanjutan industri nasional,” ujar Afriansyah Noor, Rabu (24/6/2026).

Menurut Wamenaker, meskipun tren kecelakaan kerja menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir, risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja masih menjadi tantangan yang harus dihadapi dunia usaha dan industri.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah kasus kecelakaan kerja pada tahun 2024 tercatat sebanyak 462.241 kasus. Sementara pada tahun 2025 jumlah tersebut menurun menjadi 319.382 kasus. Kendati demikian, angka tersebut dinilai masih memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Afriansyah menjelaskan bahwa upaya pencegahan kecelakaan kerja tidak cukup hanya melalui pemenuhan aspek administratif maupun kepatuhan terhadap regulasi K3 semata. Diperlukan transformasi yang lebih mendasar melalui pembentukan budaya keselamatan yang tertanam dalam nilai organisasi, perilaku kerja, serta praktik kepemimpinan sehari-hari.

“Budaya keselamatan yang matang akan mendorong perilaku kerja yang lebih aman, pengendalian risiko yang lebih efektif, serta kemampuan organisasi dalam mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Karena itu, peningkatan kematangan budaya keselamatan harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang memiliki tingkat kematangan budaya keselamatan lebih tinggi cenderung mencatat angka kecelakaan yang lebih rendah dan memiliki kinerja keselamatan yang lebih baik dibandingkan organisasi yang belum menerapkan budaya keselamatan secara optimal.

Karena itu, penilaian budaya K3 dinilai menjadi instrumen penting untuk mengetahui kondisi aktual organisasi sekaligus menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah perbaikan yang terukur dan berkelanjutan.

Wamenaker juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti hasil penilaian budaya K3 melalui penyusunan rencana aksi yang jelas, penguatan kepemimpinan keselamatan, peningkatan komunikasi risiko, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala.

“Keberhasilan peningkatan kematangan budaya keselamatan membutuhkan komitmen seluruh pihak. Perusahaan, pimpinan unit kerja, pekerja, serikat pekerja, hingga pengelola kawasan industri harus bergerak bersama membangun budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan,” terangnya.

Lebih lanjut, Afriansyah menegaskan bahwa penguatan budaya keselamatan kerja tidak hanya memberikan perlindungan kepada pekerja, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha, dan daya saing industri nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Melalui penguatan budaya keselamatan kerja, kita tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas, keberlanjutan usaha, dan daya saing industri Indonesia,” tutupnya.

Kemnaker berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mewujudkan budaya K3 yang lebih matang, sehingga angka kecelakaan kerja dapat terus ditekan dan kualitas lingkungan kerja di Indonesia semakin meningkat. (khs***)

adminbharindo

Recent Posts

BUKAN SEKADAR RAPAT SEREMONIAL! KADES HAJI AHMAD MUNAWAR TEKANKAN INTEGRITAS, DISIPLIN APARATUR DAN PERAN BPD HINGGA RT/RW UNTUK KEMAJUAN DESA SUMBERSARI

KABUPATEN BANDUNG, BHARINDO.co.id – Komitmen membangun pemerintahan desa yang berintegritas, profesional, dan berpihak kepada kepentingan…

13 jam ago

TIGA KASUS DIGITAL TERBONGKAR! POLRES TEBING TINGGI UNGKAP PENYEBARAN VIDEO VULGAR DAN JARINGAN PROMOSI JUDI ONLINE, SEJUMLAH TERSANGKA DIAMANKAN

TEBING TINGGI, BHARINDO.co.id – Ruang digital kembali menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Polres Tebing…

13 jam ago

CEGAH KECELAKAAN DAN KEMACETAN, SATLANTAS POLRES TEBING TINGGI TURUN KE JALAN! OPS PATUH TOBA 2026 PERKETAT PENGAWASAN LALU LINTAS

TEBING TINGGI, BHARINDO.co.id – Upaya menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar terus dilakukan…

13 jam ago

78 PELAJAR SERBU LAYANAN SIM DI SMK MUHAMMADIYAH 1 WONOSOBO! SATLANTAS POLRES WONOSOBO TANAMKAN DISIPLIN BERLALU LINTAS SEJAK DINI

WONOSOBO, BHARINDO.co.id – Upaya membangun generasi muda yang sadar hukum dan disiplin berlalu lintas terus…

13 jam ago

GURU TAK HANYA MENDIDIK, TETAPI JUGA PEDULI RAKYAT! PGRI KEPIL GELAR SARASEHAN GURU ABAD 21, BAGIKAN 100 PAKET SEMBAKO DAN GELAR PENGOBATAN GRATIS

WONOSOBO, BHARINDO.co.id – Semangat pengabdian para pendidik tidak hanya diwujudkan melalui ruang kelas. Persatuan Guru…

13 jam ago

TAK PERLU JAUH-JAUH KE KANTOR POLISI! SATLANTAS POLRES WONOSOBO TERBITKAN 26 SIM LANGSUNG DI KAWASAN DIENG

WONOSOBO, BHARINDO.co.id – Terobosan pelayanan publik kembali ditunjukkan Satlantas Polres Wonosobo. Tak ingin masyarakat kesulitan…

13 jam ago