Mamasa, bharindo.co.id – Kepala UPTD SMA Negeri 1 Pana, Matius Tonglo, berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamasa, serta PT PLN (Persero) dapat memberikan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan infrastruktur kelistrikan di SMA Negeri 1 Pana. Menurutnya, ketersediaan pasokan listrik yang memadai merupakan prasyarat penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, terutama di era transformasi digital.
SMA Negeri 1 Pana yang berlokasi di Desa Manipi, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa merupakan satuan pendidikan yang dibangun pada tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp6.757.065.000. Pembangunan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat di wilayah pedalaman.
Namun demikian, hingga saat ini operasional sekolah masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas sekitar 900 watt. Kapasitas tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan energi listrik untuk mendukung kegiatan pembelajaran, administrasi sekolah, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengoperasian fasilitas pendidikan lainnya. Akibatnya, pasokan listrik kerap mengalami gangguan sehingga menghambat efektivitas proses belajar mengajar.
Di sisi lain, jaringan listrik PT PLN (Persero) diketahui berada pada jarak sekitar 1.500 meter dari lingkungan sekolah. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi instansi terkait untuk melakukan kajian teknis mengenai kemungkinan penyambungan jaringan listrik PLN atau peningkatan kapasitas sistem energi yang telah tersedia.
Kepala UPTD SMA Negeri 1 Pana, Matius Tonglo, menyampaikan bahwa investasi negara dalam pembangunan sarana pendidikan perlu didukung oleh infrastruktur dasar yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh peserta didik dan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah dan PT PLN (Persero) dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan kelistrikan di SMA Negeri 1 Pana. Ketersediaan listrik yang andal akan mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mengoptimalkan pemanfaatan seluruh fasilitas sekolah yang telah dibangun. Dengan demikian, tujuan pembangunan pendidikan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dapat tercapai secara lebih efektif,” ujar Matius Tonglo.

Pihak sekolah berharap aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor sehingga penyediaan infrastruktur kelistrikan dapat segera direalisasikan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa. (Herwels***)
