bharindo.co.id Tapanuli Utara,- Bencana tak hanya merobohkan rumah dan infrastruktur. Di Tapanuli Tengah, ia juga sempat memutus ritme belajar anak-anak sekolah. Ruang kelas kotor oleh lumpur, buku pelajaran hilang, dan semangat belajar terancam surut. Dalam situasi itu, Satuan Brimob Polda Sumatra Utara memilih hadir bukan hanya dengan sepatu bot dan alat berat, tetapi juga dengan buku tulis dan pensil.
Jumat, 9 Januari 2026, personel Brimob menyalurkan perlengkapan belajar ke UPTD SD Negeri 156302 Rampa, Dusun I, Desa Rampa, Kabupaten Tapanuli Tengah. Bantuan tersebut ditujukan untuk memulihkan aktivitas belajar sekaligus menjaga semangat anak-anak agar tak ikut runtuh bersama lumpur sisa bencana.
“Penyaluran ini ditujukan untuk membantu para siswa agar tetap bersemangat mengikuti proses belajar mengajar, meskipun berada dalam situasi setelah bencana,” kata Komandan Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatra Utara, Kompol Mukhtar I Kadoli.
Bantuan yang disalurkan berupa buku tulis, pulpen, dan pensil—perlengkapan sederhana, tetapi krusial. Bagi Kompol Mukhtar, sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan ruang tumbuhnya harapan dan masa depan anak-anak, yang tak boleh terhenti meski bencana baru saja berlalu.
Upaya Brimob tak berhenti pada pembagian perlengkapan belajar. Di saat yang sama, personel juga terlibat dalam pembersihan lumpur dan sisa material bencana di sejumlah fasilitas pendidikan. Salah satunya di SMP Swasta Santo Fransiskus Pandan, Kecamatan Pandan, yang terdampak banjir dan longsor.
“Pembersihan dilakukan secara bertahap agar lingkungan sekolah kembali bersih dan aman, sehingga kegiatan belajar dapat segera berlangsung normal,” ujar Mukhtar.
Menurutnya, percepatan pemulihan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pascabencana. Brimob berupaya memastikan anak-anak tetap memiliki ruang belajar yang layak, sementara guru dan tenaga pendidik memperoleh dukungan moral untuk kembali menjalankan perannya.
Di tengah upaya pemulihan fisik dan sosial, kehadiran Brimob di sekolah-sekolah Tapanuli Tengah mengingatkan bahwa penanganan bencana tak hanya soal membangun kembali jalan dan rumah, tetapi juga menjaga nyala masa depan—satu buku, satu pensil, dan satu ruang kelas pada satu waktu. (***)
bharindo.co.id Tebing Tinggi,- Respons cepat kembali ditunjukkan Polres Tebing Tinggi dalam menangani laporan masyarakat. Pada…
bharindo.co.id Tebing Tinggi,- Dalam upaya mencegah kenakalan remaja serta meningkatkan kesadaran hukum dikalangan pelajar, Kasat…
bharindo.co.id Labuhanbatu,- Kapolsek Panai Tengah bersama personil Polsek Panai Tengah berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika…
bharindo.co.id Jombang,– Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar…
bharindo.co.id Jombang,- Sebagai wujud apresiasi institusi terhadap kinerja dan dedikasi anggota, Kapolres Jombang AKBP Ardi…
bharindo.co.id Mamasa, Sumarorong — Penyaluran pupuk subsidi di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, kini menjadi sorotan…