Categories: Daerah

Kondisi jalan Mutiara Rokan hilir (Rohil) menjadi sorotan warga karena berlubang dan hancur di sejumlah titik

BHARINDO, Rohil – Sebelumnya, kejadian nahas yang menimpa salah satu warga Kecamatan Tanah Putih, (alm) H.Syahrial yang di ketahui ASN dari dinas Kehutanan Kabupaten Rohil, meninggal dunia saat mengalami Laka yang diduga gara gara mengelakkan jalan yang berlubang dan akhirnya bertabrakan dengan pegawai PT. Wahana Karsa Swandiri ( WKS) tepatnya di pintu masuk galian C PT. Rokan Mitra Persada ( RMP).

Diketahui kecelakaan terjadi karena korban mengelakkan lobang sehingga terpaksa beradu dengan pengendara sepeda motor yang tidak terlihat dari jauh yang mana mobil besar sedang parkir di bahu jalan yang sedang antrian di duga pengangkut Tanah urug PT. WKS.

Terkait hal nahas tersebut, Ketua DPD Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-PPI) Kabupaten Rokan hilir, Sakti Sitanggang menyoroti jalan rusak yang membahayakan masyarakat pengguna lalin dalam melintasi jalan Mutiara ke sedinginnan.

Ia mengungkapkan bahwa seharusnya setiap Perusahaan yang menggunakan jalan umum untuk transportasi truk ODOL (Over Dimension Over Loading) sudah seharusnya memiliki izin AMDAL.

“Sudah semestinya perusahaan memiliki izin yaitu izin ekploitasi, eksplorasi dan pengangkutan, jika tidak ada itu harus ditindak oleh instansi terakit,” tukas Sakti Sitanggang kepada BHARINDO (23/10/2024).

Sakti Sitanggang juga menyayangkan sikap perusahaan yang seolah acuh terhadap dampak lingkungan akibat kendaraan ODOL yang dipaksakan menggunakan jalan umum.

“Truk pengangkut tanah urug itu di perkirakan membawa muatan hingga 80 Ton, bagaimana tidak, jalan mutiara ini tidak rusak. Itu harus dihentikan dan diberi peringatan agar mencari alternatif jalan lain atau mengurangi tonase,” ungkapnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua DPD A-PPI Rokan hilir itu menjelaskan bahwa ada kemungkinan bahwa perusahaan yang bersangkutan tidak membuat AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) atau AMDALnya abal-abal.

“Ini sangat berbahaya, jika AMDAL-nya seperti ini maka ada dugaan praktik sogok menyogok dalam pengurusanya, makanya harus diawasi publik agar transparan. Selama ini AMDAL ini dijadikan proyek untuk mencari uang,” katanya.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa AMDAL harus meninjau beberapa aspek yang menjadi tolak ukur kelayakan AMDAL yang dibuat perusahaan.

“Dalam membuat AMDAL, harus melihat aspek flora dan fauna, sosial, infrastruktur, keselamatan manusia, zonasi satwa. Ini tidak dilakukan dengan benar maka akan jadi ladang bisnis oknum intelektual dan akademisi saja,” jelasnya.

Sakti juga berpesan kepada aparat penegak hukum (APH) Riau, dan tidak lepas dari tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, untuk meninjau kembali perusahaan-perusahaan yang bersangkutan yang lakukan aktivitas galian C (tanah urug) agar selalu dipantau, lihat kejadian kejadian nahas yang menimpa salah satu warga Kecamatan Tanah putih, kan sudah makan korban.

 

“Saya berharap kepada Kapolres melalui Satlantas dan Pemerintah kab Rohil via Dishub agar menindak tegas kegiatan ini,” tandasnya.
(st)

adminbharindo

Recent Posts

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum terhadap KKB di Papua

bharindo.co.id Papua,-  Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmen serius dalam penegakan hukum terhadap Kelompok…

14 jam ago

Korlantas Polri Perluas Implementasi ETLE Mobile Handheld di Polda Bali

bharindo.co.id Bali,- Korlantas Polri terus memperluas implementasi penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik melalui penyerahan…

14 jam ago

Korsabhara Baharkam Polri Gelar Binrohtal Ramadan 1447 H, Perkuat Spiritualitas Personel

bharindo.co.id Depok,- Mengisi bulan suci Ramadan 1447 H dengan kegiatan positif, Korsabhara Baharkam Polri menyelenggarakan…

14 jam ago

Kakorlantas Tinjau Kesiapan Pelabuhan di Lampung Jelang Operasi Ketupat 2026

bharindo.co.id Lampung,- Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho bersama sejumlah stakeholder terkait meninjau kesiapan pelabuhan penyeberangan di…

14 jam ago

Korlantas Polri Gelar Sosialisasi Pelatihan ETLE Handheld dan Aplikasi ETLE Nasional

bharindo.co.id Jakarta,- Korlantas Polri melalui Subdit Pengawalan Patroli Jalan Raya (WAL & PJR) menggelar sosialisasi…

14 jam ago

Bareskrim Polri dan Komnas Perempuan Perkuat Advokasi Penanganan Femisida Lewat Penguatan Sistem Dokumentasi Nasional

bharindo.co.id Jakarta,-  Bareskrim Polri bersama Komnas Perempuan menggelar pertemuan bilateral guna memperkuat advokasi penanganan femisida…

14 jam ago