,— Upaya pencarian intensif yang dilakukan Tim SAR gabungan terhadap seorang korban tenggelam di Pantai Teluk Uber, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026), setelah dilakukan pencarian selama dua hari berturut-turut.
Peristiwa tersebut bermula pada Selasa (13/1/2026), saat dilaporkan adanya seorang warga yang tenggelam di perairan Pantai Teluk Uber. Menindaklanjuti laporan itu, Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kepulauan Bangka Belitung segera mengerahkan sembilan personel di bawah pimpinan Aipda Suliting untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Tim Brimob kemudian bergabung dengan sejumlah unsur terkait, antara lain Basarnas yang dipimpin Rahmatullah Hasyim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pol Airud, serta relawan Laskar Sekaban.
Pada hari pertama pencarian, tim gabungan melakukan penyisiran sepanjang garis pantai dan perairan laut menggunakan speed boat. Pencarian juga didukung teknologi drone thermal milik Basarnas untuk mendeteksi suhu panas tubuh dari udara. Namun hingga pukul 18.00 WIB, korban belum ditemukan sehingga pencarian sementara dihentikan akibat kondisi medan yang sulit, jarak pandang terbatas, serta gelombang dan arus bawah laut yang cukup kuat di sekitar koordinat 01°52′30″ LS dan 106°10′17″ BT.
Memasuki hari kedua, Rabu (14/1/2026), operasi pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 06.00 WIB. Sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pukul 06.20 WIB, tim gabungan mendapatkan titik terang setelah drone thermal mendeteksi keberadaan korban di sekitar lokasi kejadian. Korban selanjutnya segera dievakuasi ke daratan.
Korban berhasil diidentifikasi sebagai Muhammad Aditya Nugroho (19), warga Taman Dealova, Kelurahan Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang. Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Pangkalpinang untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Komandan Kompi 1 Batalyon A Pelopor menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pencarian dan evakuasi berjalan lancar berkat sinergi dan koordinasi yang baik antarinstansi. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di Pantai Teluk Uber resmi dinyatakan ditutup.
Pihak kepolisian dan tim SAR mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi. (***)
