Gorontalo bharindo.co.id,- Pimpinan Media Bhayangkara Indonesia, Haidar S. Lakoro, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pelaksanaan Malam Pasang Lampu atau Tumbilotohe di Provinsi Gorontalo. Kehadiran beliau didampingi Bapak Agus dan Iphin Choe, disambut hangat penuh keakraban oleh Ketua Pelaksana Abdul Kadir Akolo, yang akrab disapa Guru Ono, bersama seluruh panitia.

Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan menjadi momentum strategis untuk berdiskusi dan bertukar gagasan demi memeriahkan tradisi sakral masyarakat Gorontalo yang digelar pada tiga malam terakhir bulan Ramadan.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, panitia memanfaatkan kesempatan emas itu untuk menyampaikan sejumlah ide kreatif guna menjadikan perayaan Tumbilotohe lebih semarak, inovatif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Sebagai tradisi budaya khas Gorontalo, Tumbilotohe bukan hanya simbol cahaya menjelang Idulfitri, tetapi juga lambang persatuan, spiritualitas, dan warisan leluhur yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
Haidar S. Lakoro menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan terus berkembang dan menjadi ikon budaya yang membanggakan hingga tingkat nasional.
Ia juga memberikan dukungan moral kepada Guru Ono agar terus maju memimpin dan memajukan Desa Tilote, Kecamatan Tilango, menjadi desa yang berdaya dan dikenal luas melalui kekuatan budaya.
“TORANG DENGAN TI GURU!” BERGEMA
Suasana semakin semarak ketika slogan spontan masyarakat, “Torang dengan ti Guru!”, menggema di lokasi acara. Dukungan tersebut sontak membuat Haidar kagum dan tersentuh melihat kekompakan warga dalam mendukung kepemimpinan dan semangat kebersamaan.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara media, tokoh masyarakat, dan panitia budaya mampu menghadirkan energi baru bagi pelestarian tradisi. Malam Tumbilotohe di Gorontalo pun dipastikan akan semakin bercahaya, tak hanya oleh lampu-lampu tradisi, tetapi juga oleh semangat persatuan masyarakatnya. (nnts***)
